| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
untuk mengadopsi berbagai platform digital sebagai strategi meningkatkan daya saing,
memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan
menganalisis adopsi teknologi digital pada UMKM Ryulia Mete menggunakan pendekatan
Technology Acceptance Model (TAM) yang meliputi persepsi kebermanfaatan (perceived
usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), niat perilaku (behavioral
intention), penggunaan nyata (actual use), serta faktor eksternal. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik
purposive sampling, yang terdiri atas owner, admin, dan host live UMKM Ryulia Mete. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan triangulasi sumber, kemudian
dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital melalui Shopee,
Tokopedia, TikTok, dan fitur live streaming memberikan manfaat nyata berupa perluasan
jangkauan pasar, peningkatan efisiensi operasional, kemudahan komunikasi dengan pelanggan,
serta peningkatan efektivitas promosi dan penjualan. Kemudahan penggunaan platform digital
mendorong persepsi kebermanfaatan yang lebih tinggi sehingga memperkuat niat pelaku usaha
untuk terus memanfaatkan teknologi dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Faktor eksternal berupa
literasi digital dan bimbingan dari pemilik usaha juga berperan dalam mendukung keberhasilan
proses adopsi teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi teknologi digital pada UMKM
Ryulia Mete dipengaruhi oleh persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan dukungan eksternal
yang secara bersama-sama mendorong penggunaan teknologi secara berkelanjutan dalam
pengembangan usaha. | en_US |