Hubungan Self-Compassion dengan Socially Prescribed Perfectionism pada Mahasiswa Usia Dewasa Awal
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan self-compassion dengan socially
prescribed perfectionism pada mahasiswa usia dewasa awal. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Hipotesis
penelitian ini adalah diduga terdapat hubungan negatif antara self-compassion
dengan socially prescribed perfectionism pada mahasiswa usia dewasa awal.
Partisipan penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan
penelitian berjumlah 160 mahasiswa aktif berusia 18-25 tahun serta berjenis
kelamin laki-laki dan perempuan. Instrumen yang digunakan adalah Self-
compassion Scale (SCS) untuk mengukur self-compassion dan Multidimensional
Perfectionism Scale (MPS) secara khusus hanya menggunakan dimensi socially
prescribed perfectionism untuk mengukur socially prescribed perfectionism. Data
dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment dan uji regresi linear
berganda. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif antara self-
compassion dengan socially prescribed perfectionism. Hal ini menunjukkan
semakin tinggi self-compassion yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah
socially prescribed perfectionism yang dimiliki. Selain itu, hasil analisis regresi
linear berganda menujukkan bahwa aspek isolation dan over identification berperan
terhadap socially prescribed perfectionism, dengan aspek isolation memberikan
kontribusi yang paling dominan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk
merancang program pendampingan bagi mahasiswa yang memiliki tingkat socially
prescribed perfectionism yang tinggi.
Collections
- Psychology [2617]
