| dc.contributor.author | Baihaqi, Muhammad Irfan | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-14T03:31:39Z | |
| dc.date.available | 2026-08-14T03:31:39Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uii.ac.id/123456789/66028 | |
| dc.description.abstract | Tanah merupakan sumber daya agraria yang penguasaannya diatur secara konstitusional
melalui Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
berdasarkan prinsip Hak Menguasai Negara. Dalam rangka menarik investasi di kawasan Ibu
Kota Nusantara, Pasal 16A Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 memberikan Hak Guna
Bangunan secara kumulatif hingga 160 tahun melalui mekanisme siklus, yang kemudian diuji
konstitusionalitasnya dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 185/PUU-XXII/2024.
Penelitian ini bertujuan mengkaji: (1) ketepatan hukum putusan tersebut; (2) ratio decidendi
hakim konstitusi; dan (3) implikasinya terhadap kepastian hukum jangka waktu Hak Guna
Bangunan di Ibu Kota Nusantara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum
normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan, serta analisis data
secara kualitatif preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan tersebut telah tepat
secara hukum karena frasa "siklus" menyiratkan pemberian hak sekaligus di muka yang
menghilangkan fungsi evaluatif negara. Implikasi putusan ini menghadirkan kepastian hukum
yang lebih substantif bagi investor. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Hak Guna Bangunan | en_US |
| dc.subject | Hak Menguasai Negara | en_US |
| dc.subject | Ibu Kota Nusantara | en_US |
| dc.subject | Kepastian Hukum | en_US |
| dc.subject | Mahkamah Konstitusi | en_US |
| dc.title | Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 185/PUU-XXII/2024 terhadap Konstitusionalitas Jangka Waktu Hak Guna Bangunan di Ibu Kota Nusantara | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 22410182 | |