Perubahan Kebiasaan Belanja akibat Kebijakan QRIS Satu Kode: Perspektif Konsumen di Lingkungan UII
Abstract
Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia telah mendorong perubahan
perilaku konsumen dalam melakukan transaksi. Salah satu inovasi yang
mendukung perkembangan tersebut adalah Quick Response Code Indonesian
Standard (QRIS) Satu Kode yang memungkinkan berbagai aplikasi pembayaran
menggunakan satu kode QR yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
perubahan kebiasaan belanja yang muncul setelah mahasiswa terbiasa
menggunakan QRIS Satu Kode serta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan
kebiasaan belanja mahasiswa setelah adanya penerapan QRIS Satu Kode di
lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII). Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari konsumen
yang berbelanja di kantin UII dan pedagang kantin sebagai informan pendukung.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber
dengan membandingkan persepsi konsumen dan pedagang di kantin UII. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami perubahan kebiasaan
belanja setelah terbiasa menggunakan QRIS Satu Kode yang ditandai dengan
pergeseran metode pembayaran dari tunai ke digital, meningkatnya frekuensi
transaksi, kemudahan dalam memantau pengeluaran melalui riwayat transaksi pada
aplikasi pembayaran, serta munculnya kecenderungan melakukan pembelian secara
spontan pada sebagian informan. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi
perubahan kebiasaan belanja tersebut meliputi kemudahan akses pembayaran,
promosi dan cashback, pengaruh lingkungan sosial, serta efisiensi waktu. Dengan
demikian, keberadaan QRIS Satu Kode tidak hanya mengubah cara konsumen
melakukan transaksi, tetapi juga membentuk kebiasaan baru dalam aktivitas belanja
mahasiswa di lingkungan UII.
Collections
- Digital Business [120]
