| dc.description.abstract | Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA sering kali dipandang sebagai katalisator
pertumbuhan ekonomi bagi negara tuan rumah. Namun, perdebatan mengenai
manfaat ekonomi riil dari mega-event ini masih terus berlanjut. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis dampak kausal penyelenggaraan Piala Dunia
terhadap pertumbuhan PDB riil di negara tuan rumah periode 2006–2022. Dengan
menggunakan metode Difference-in-Differences (DiD) pada data panel 15 negara
(5 negara tuan rumah dan 10 negara kontrol) dari tahun 2000 hingga 2024,
penelitian ini mengontrol variabel makroekonomi seperti FDI, inflasi, dan populasi.
Hasil estimasi model Fixed Effects menunjukkan bahwa penyelenggaraan Piala
Dunia tidak memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan
PDB nasional. Pengujian Robust Standard Errors bahkan menunjukkan adanya
kecenderungan dampak negatif yang signifikan secara marginal (p = 0,062), yang
mengindikasikan bahwa besarnya biaya infrastruktur dan operasional berpotensi
menekan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, Foreign Direct Investment (FDI)
secara konsisten berpengaruh positif signifikan terhadap PDB. Temuan ini
mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi lebih didorong oleh fundamental
ekonomi makro dibandingkan oleh kejutan ekonomi jangka pendek dari ajang
olahraga. Penelitian ini menyarankan agar calon tuan rumah di masa depan
melakukan analisis biaya-manfaat yang lebih ketat guna menghindari beban fiskal
jangka panjang. | en_US |