| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran kimia yang
berpusat pada guru, rendahnya keterlibatan peserta didik dalam proses
pembelajaran, serta kesulitan peserta didik dalam memahami materi larutan
penyangga yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan
prestasi dan motivasi belajar siswa antara model Project Based Learning (PjBL)
berbasis produk kimia dan pembelajaran konvensional pada materi larutan
penyangga. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan desain
Posttest-Only Nonequivalent Control Group. Populasi penelitian adalah siswa kelas
XI MAN 4 Sleman TA 2025/2026, dengan sampel 37 siswa (18 eksperimen, 19
kontrol) yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan
tes pilihan ganda 20 butir dan angket motivasi 38 pernyataan. Hasil penelitian
menunjukkan perbedaan signifikan pada prestasi belajar (uji Mann-Whitney U, p =
0,015 < 0,05), di mana rata-rata kelas eksperimen (82,8) lebih tinggi daripada kelas
kontrol (73,7). Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan signifikan pada motivasi
belajar (uji Independent t-Test, p = 0,722 > 0,05) dengan rata-rata kelas eksperimen
111 dan kontrol 110. Kesimpulannya, model PjBL berbasis produk kimia
berpengaruh positif terhadap prestasi belajar, namun tidak berdampak signifikan
terhadap motivasi belajar siswa. | en_US |