| dc.description.abstract | Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan penyakit
paru kronis yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara progresif dan tidak
sepenuhnya reversibel. Penyakit ini berkaitan dengan proses inflamasi kronis yang
memicu perubahan ekspresi gen pada jaringan paru. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi gen-gen yang berbeda ekspresinya antara pasien COPD dan
individu sehat serta membangun model klasifikasi berbasis machine learning.
Data yang digunakan merupakan data sekunder microarray jaringan paru manusia
dari dataset GSE151052 yang diperoleh melalui Gene Expression Omnibus
(GEO) NCBI. Analisis diawali dengan prapemrosesan data menggunakan metode
Robust Multi-array Average (RMA), kemudian dilakukan penyaringan gen
sehingga diperoleh 3.170 gen yang digunakan sebagai fitur dalam analisis
klasifikasi. Selanjutnya, analisis klasifikasi dilakukan menggunakan algoritma
eXtreme Gradient Boosting (XGBoost), Random Forest, dan Support Vector
Machine (SVM). Untuk mengatasi ketidakseimbangan data, diterapkan metode
Synthetic Minority Over-sampling technique (SMOTE) pada data pelatihan. Hasil
dari analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa metode klasifikasi Random
Forest mampu memperoleh performa tinggi dengan nilai F1-score sebesar 1,00
dan specificity sebesar 1,00. Sementara itu, metode Support Vector Machine
(SVM) memperoleh nilai F1-score sebesar 0,94 dan specificity sebesar 0,75.
Adapun metode klasifikasi eXtreme Gradient Boosting (XGBoost) memperoleh
nilai F1-score sebesar 0,96 dan specificity sebesar 0,87. Analisis feature
importance menunjukkan bahwa gen C1QTNF7, TRPC6, ABCA8, dan
LINC02880 memiliki kontribusi penting dalam proses klasifikasi. | en_US |