| dc.description.abstract | Latar Belakang: Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat
memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup.
Permasalahan gizi pada anak masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia,
sehingga probiotik berpotensi menjadi upaya pendukung perbaikan status gizi
anak di Indonesia.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan konsumsi probiotik dengan status gizi
anak di Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan
responden 481 anak usia 0–23 bulan. Data yang digunakan adalah data sekunder
dari kuesioner Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Analisis data dilakukan
melalui analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat
menggunakan regresi logistik multinomial. Seluruh analisis data dilakukan dengan
sofware STATA 17.
Hasil: Analisis univariat menunjukan mayoritas konsumsi probiotik anak di
Indonesia rendah sebesar 60,08%, diikuti kategori sedang (2-3 kali) 29,52% dan
tinggi (≥ 4 kali) 10,40%. Selain itu sebagian besar anak berada pada kategori gizi
normal (84,41%), diikuti gizi kurang (11,23%), gizi buruk (2,29%), dan gizi lebih
(2,08%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang
signifikan antara probiotik dan status gizi anak (p=0,084). Analisis multivariat
menunjukkan bahwa konsumsi probiotik frekuensi sedang memiliki risiko gizi buruk
(RRR=3,59; p=0,083), gizi kurang (RRR=2,25; p=0,011), dan gizi lebih
(RRR=2,00; p=0,311), sedangkan frekuensi tinggi memiliki risiko gizi buruk
(RRR=4,19; p=0,133) dan gizi kurang (RRR=0,81; p=0,716) dibandingkan
frekuensi rendah. Namun hasil tersebut tidak signifikan secara statistik.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pemberian probiotik
dengan status gizi anak setelah dikontrol dengan variabel kovariat. | en_US |