• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Pemberian Probiotik dengan Status Gizi Anak di Indonesia

    Thumbnail
    View/Open
    20711097.pdf (4.052Mb)
    Date
    2026
    Author
    Widiawan, Galuh Tiara Dheya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup. Permasalahan gizi pada anak masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, sehingga probiotik berpotensi menjadi upaya pendukung perbaikan status gizi anak di Indonesia. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan konsumsi probiotik dengan status gizi anak di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden 481 anak usia 0–23 bulan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari kuesioner Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik multinomial. Seluruh analisis data dilakukan dengan sofware STATA 17. Hasil: Analisis univariat menunjukan mayoritas konsumsi probiotik anak di Indonesia rendah sebesar 60,08%, diikuti kategori sedang (2-3 kali) 29,52% dan tinggi (≥ 4 kali) 10,40%. Selain itu sebagian besar anak berada pada kategori gizi normal (84,41%), diikuti gizi kurang (11,23%), gizi buruk (2,29%), dan gizi lebih (2,08%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara probiotik dan status gizi anak (p=0,084). Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi probiotik frekuensi sedang memiliki risiko gizi buruk (RRR=3,59; p=0,083), gizi kurang (RRR=2,25; p=0,011), dan gizi lebih (RRR=2,00; p=0,311), sedangkan frekuensi tinggi memiliki risiko gizi buruk (RRR=4,19; p=0,133) dan gizi kurang (RRR=0,81; p=0,716) dibandingkan frekuensi rendah. Namun hasil tersebut tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pemberian probiotik dengan status gizi anak setelah dikontrol dengan variabel kovariat.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65801
    Collections
    • Medical Education [2958]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV