Show simple item record

dc.contributor.authorMufidah, Ainun
dc.date.accessioned2026-08-08T03:10:43Z
dc.date.available2026-08-08T03:10:43Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65793
dc.description.abstractLatar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis dengan pengobatan seumur hidup sehingga membebani Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, termasuk pembiayaan terapi melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. Indonesian Case Based Groups (INA-CBG’s) sering kali tidak sesuai dengan biaya riil rumah sakit sehingga berpotensi menimbulkan ketidakefisienan finansial bagi rumah sakit. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis efisiensi pembiayaan tarif INA- CBG’s pasien RJTL peserta Jaminan Kesehatan Nasional pengidap diabetes melitus tipe II dengan biaya riil pasien. Metode: Penelitian menggunakan metode observasional cross-sectional dengan mengumpulkan data rekam medik dan data biaya terapi pasien secara retrospektif pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe II peserta Jaminan Kesehatan Nasional dengan kode INA-CBG’s Q-5-44-0 di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan periode Januari-Juni 2025. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan secara statistik menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Diperoleh 92 pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan tingkat lanjut peserta Jaminan Kesehatan Nasional di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Rata-rata biaya medis langsung per pasien adalah sebesar Rp 469.612,93 ± 171.680,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s memperoleh nilai p-value 0,001 (p<0,05). Hasil uji ANOVA pada analisis determinan yang memengaruhi biaya riil memperoleh nilai signifikasi sebesar 0,001 Hasil analisis regresi linier menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,001 pada variable diagnosis sekunder dan penggunaan obat. Kesimpulan: Rata-rata biaya medis langsung per pasien adalah 469.612,93 ± 171.680,00. Terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya riil dengan klaim tarif INA-CBG’s. Total biaya riil lebih tinggi dibandingkan total tarif INA-CBG’s dengan selisih sebesar Rp 25.163.190 serta terdapat determinan diagnosis sekunder dan penggunaan obat yang memengaruhi biaya riil pasien.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiabetes Melitusen_US
dc.subjectAntidiabetiken_US
dc.subjectPembiayaanen_US
dc.subjectJaminan Kesehatan Nasionalen_US
dc.subjectRSUDen_US
dc.titleAnalisis Efisiensi Pembiayaan Pasien RJTL Diabetes Melitus Tipe II Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613283


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record