Show simple item record

dc.contributor.authorAisy, Amiratun Riyadhatul
dc.date.accessioned2026-08-08T03:07:18Z
dc.date.available2026-08-08T03:07:18Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65792
dc.description.abstractPerbedaan antara hukum waris Islam dan hukum positif dalam menentukan penerima dana pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) menimbulkan persoalan hukum, khususnya terkait hak anak dan istri kedua. Penelitian ini bertujuan mengkaji kedudukan dana pensiun ASN dalam hukum waris Islam serta implementasi PMK Nomor 212/PMK.05/2020 dalam menentukan penerima dana pensiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif dan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif menggunakan teori hukum waris Islam dan teori dualisme hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana pensiun ASN dapat dipandang sebagai tirkah apabila telah menjadi hak ekonomi pewaris dan memenuhi unsur kepemilikan (al-milk). Namun, hukum positif menempatkannya sebagai hak administratif yang diberikan kepada penerima manfaat tertentu. Kondisi ini menunjukkan adanya dualisme hukum antara sistem kewarisan Islam dan sistem administrasi negara. Diperlukan harmonisasi kedua sistem hukum untuk mewujudkan kepastian hukum dan keadilan bagi para ahli waris.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDana Pensiun ASNen_US
dc.subjectHukum Waris Islamen_US
dc.subjectDualisme Hukumen_US
dc.titleHukum Waris Islam terhadap Pembagian Dana Pensiun ASN antara Anak dan Istri Kedua Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 212/PMK.05/2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22421114


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record