| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa serta menganalisis strategi yang dilakukan dalam upaya pencegahan pernikahan dini di SMP Negeri 1 Batukliang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan kecerdasan emosional pada remaja sebagai bekal menghadapi tantangan sosial, termasuk fenomena pernikahan dini pada usia sekolah. Dalam perspektif teori kecerdasan emosional yang dikemukakan oleh Daniel Goleman, kecerdasan emosional meliputi kemampuan mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, memahami emosi orang lain, serta membangun hubungan sosial yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru PAI, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMP Negeri 1 Batukliang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan sosial dan spiritual, serta evaluator perkembangan emosional siswa sehingga praktik pernikahan dini di sekolah jarang terjadi. Adapun strategi yang dilakukan dalam pencegahan pernikahan dini meliputi integrasi materi dalam pembelajaran PAI, pembinaan karakter melalui kegiatan IMTAQ dan ekstrakurikuler tahfidz, pendekatan personal kepada siswa, pembiasaan nilai karakter, serta kerja sama dengan pemerintah daerah melalui sosialisasi dampak pernikahan dini. | en_US |