Show simple item record

dc.contributor.authorKhaerunnisa, Farah
dc.date.accessioned2026-08-07T06:37:46Z
dc.date.available2026-08-07T06:37:46Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65761
dc.description.abstractPenjadwalan produksi merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan efisiensi sistem manufaktur, khususnya pada perusahaan dengan sistem Make to Stock (MTS) yang memproduksi barang berdasarkan peramalan permintaan dan menyimpan produk sebagai persediaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara cepat. Pada sistem Make to Stock, kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan produksi secara efisien menjadi penting karena berpengaruh terhadap tingkat ketersediaan produk, pemanfaatan sumber daya, dan pencapaian target produksi. Oleh karena itu, minimasi makespan diperlukan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara lebih efektif. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur elektronik yang memproduksi berbagai modul transmitter dan receiver melalui lima work station berurutan. Pada kondisi aktual, penjadwalan produksi masih dilakukan berdasarkan urutan produk P1 sampai P20, sehingga belum mempertimbangkan kombinasi urutan pekerjaan, pemilihan mesin, release time, dan sequence-dependent setup time secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi job assignment dan machine assignment yang dapat meminimalkan makespan pada sistem multi-stage flexible flow shop serta menghitung nilai makespan setelah dilakukan optimasi. Metode yang digunakan adalah Flexible Flow Shop Scheduling dengan pendekatan Evolutionary Algorithm melalui Microsoft Excel Solver. Data yang digunakan meliputi 20 produk, lima work station, 12 mesin paralel, waktu proses, release time, urutan proses, dan matriks setup time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jadwal aktual perusahaan memiliki makespan sebesar 134 menit, sedangkan hasil optimasi Solver menghasilkan makespan sebesar 110 menit. Dengan demikian, terjadi penurunan makespan sebesar 24 menit atau 17,91%. Hasil optimasi juga menurunkan total setup time dari 228 menit menjadi 165 menit dan total idle time dari 188 menit menjadi 129 menit. Sebanyak 54 dari 100 keputusan alokasi mesin mengalami perubahan. Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan jadwal diperoleh melalui kombinasi perubahan urutan pekerjaan, pemilihanen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenjadwalan Produksien_US
dc.subjectMulti-stage Flexible Flow Shopen_US
dc.subjectEvolutionary Algorithmen_US
dc.subjectMakespanen_US
dc.subjectExcel Solveren_US
dc.titleOptimasi Penjadwalan Produksi Pada Sistem Multi Stage Flexible Flow Shop dengan Pendekatan Evolutionary Algorithmen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22522086


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record