Optimasi Penjadwalan Produksi Pada Sistem Multi Stage Flexible Flow Shop dengan Pendekatan Evolutionary Algorithm
Abstract
Penjadwalan produksi merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan efisiensi
sistem manufaktur, khususnya pada perusahaan dengan sistem Make to Stock (MTS) yang
memproduksi barang berdasarkan peramalan permintaan dan menyimpan produk sebagai
persediaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara cepat. Pada sistem Make to
Stock, kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan produksi secara efisien menjadi
penting karena berpengaruh terhadap tingkat ketersediaan produk, pemanfaatan sumber
daya, dan pencapaian target produksi. Oleh karena itu, minimasi makespan diperlukan
agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga kapasitas produksi dapat
dimanfaatkan secara lebih efektif. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur elektronik
yang memproduksi berbagai modul transmitter dan receiver melalui lima work station
berurutan. Pada kondisi aktual, penjadwalan produksi masih dilakukan berdasarkan
urutan produk P1 sampai P20, sehingga belum mempertimbangkan kombinasi urutan
pekerjaan, pemilihan mesin, release time, dan sequence-dependent setup time secara
optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi job assignment dan
machine assignment yang dapat meminimalkan makespan pada sistem multi-stage
flexible flow shop serta menghitung nilai makespan setelah dilakukan optimasi. Metode
yang digunakan adalah Flexible Flow Shop Scheduling dengan pendekatan Evolutionary
Algorithm melalui Microsoft Excel Solver. Data yang digunakan meliputi 20 produk, lima
work station, 12 mesin paralel, waktu proses, release time, urutan proses, dan matriks
setup time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jadwal aktual perusahaan memiliki
makespan sebesar 134 menit, sedangkan hasil optimasi Solver menghasilkan makespan
sebesar 110 menit. Dengan demikian, terjadi penurunan makespan sebesar 24 menit atau
17,91%. Hasil optimasi juga menurunkan total setup time dari 228 menit menjadi 165
menit dan total idle time dari 188 menit menjadi 129 menit. Sebanyak 54 dari 100
keputusan alokasi mesin mengalami perubahan. Temuan ini menunjukkan bahwa
perbaikan jadwal diperoleh melalui kombinasi perubahan urutan pekerjaan, pemilihan
Collections
- Industrial Engineering [3109]
