Integrasi Model Proses BPMN dan Sistem ERP Berbasis Design Thinking untuk Meningkatkan Kinerja Operasional: Studi Kasus Implementasi Accurate pada Toko Langkisau
Abstract
Toko Langkisau merupakan UMKM ritel yang bergerak pada penjualan sandal,
sepatu, dan tas. Dalam kegiatan operasionalnya, pencatatan transaksi penjualan,
pembelian, dan pengelolaan persediaan masih dilakukan secara manual. Toko
Langkisau telah memiliki akses terhadap ERP Accurate sebagai alat bantu pencatatan
transaksi dan pengelolaan persediaan. Namun, sistem tersebut belum digunakan dalam
kegiatan operasional harian karena pemilik dan karyawan belum memiliki pengalaman
serta pemahaman yang memadai dalam menggunakan ERP Accurate. Kondisi tersebut
menyebabkan ketidaksesuaian antara data stok dan stok fisik, pengecekan stok
membutuhkan waktu lama, serta keterlambatan memperoleh informasi persediaan.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab permasalahan proses bisnis,
memodelkan proses bisnis aktual, merancang proses bisnis usulan, mengintegrasikan
proses bisnis dengan ERP Accurate, serta mengevaluasi penerimaan pengguna
terhadap sistem. Metode yang digunakan adalah pendekatan Design Thinking dengan
tahapan Understand, Observe, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pemodelan proses
bisnis dilakukan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN),
sedangkan analisis permasalahan dilakukan melalui Value Added Activity, Why-Why
Analysis, dan streamlining tools. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar
permasalahan terletak pada belum digunakannya ERP Accurate secara terintegrasi
dalam proses pengadaan barang, penjualan, dan pengelolaan persediaan. Proses bisnis
usulan dirancang dengan mengintegrasikan proses pembelian, penjualan, dan update
stock melalui ERP Accurate. Selama implementasi, sistem mencatat 494 transaksi
penjualan, dua transaksi pembelian yang terdiri dari 23 jenis barang, mendeteksi
selisih nota pemasok sebesar Rp297.000, serta memperbarui data persediaan dari
3.263 unit menjadi 3.623 unit. Hasil User Acceptance Testing (UAT) memperoleh
persentase 92,50% dengan kategori Sangat Baik, sehingga implementasi ERP
Accurate dapat diterima pengguna dan mendukung peningkatan kinerja operasional.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
