Analisis Pengelompokan Kondisi Mesin Milling Menggunakan Metode K-Means Clustering
Abstract
Keandalan dan stabilitas kondisi mesin milling CNC merupakan faktor penting
dalam menjaga kualitas serta keberlangsungan proses produksi di industri
manufaktur. Kondisi operasional mesin dipengaruhi oleh berbagai parameter fisik
dan mekanis seperti suhu udara, suhu proses, kecepatan putar spindle, torsi
pemotongan, dan tingkat keausan alat potong. Parameter tersebut bersifat
multivariat dan berubah secara kontinu sehingga memerlukan pendekatan analisis
berbasis data untuk memahami pola kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengelompokkan kondisi operasional mesin milling CNC menggunakan metode
K-Means clustering serta menganalisis karakteristik setiap kelompok yang
terbentuk. Data yang digunakan merupakan data historis kondisi mesin yang
merepresentasikan berbagai kondisi operasi dalam lingkungan industri manufaktur.
Tahapan penelitian meliputi pembersihan data, penanganan nilai hilang,
standarisasi variabel numerik, penentuan jumlah kelompok optimal, dan proses
pengelompokan menggunakan algoritma K Means clustering. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal yang terbentuk adalah 3 cluster (k = 3)
berdasarkan metode Elbow, Silhouette, dan Gap Statistics. Data terbagi menjadi
Cluster 1 sebanyak 2.088 data, Cluster 2 sebanyak 3.903 data, dan Cluster 3
sebanyak 4.009 data, dengan tingkat representasi model sebesar 57,8%. Setiap
cluster memiliki karakteristik kondisi operasional yang berbeda, yaitu Cluster 1
menunjukkan kondisi operasi tinggi dengan nilai rotational speed tertinggi, Cluster
2 menunjukkan kondisi operasi sedang dengan temperatur dan torsi yang relatif
tinggi, sedangkan Cluster 3 menunjukkan kondisi operasi rendah dengan nilai
temperatur, tool wear, kecepatan putar, dan torsi yang lebih rendah. Hasil
pengelompokan ini dapat digunakan untuk mendukung pemantauan kondisi mesin
serta membantu mendeteksi potensi gangguan operasional lebih dini.
Collections
- Statistics [1327]
