• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Peran Ganda Ibu Rumah Tangga dan Konsep Nafkah Dalam Keluarga Muslim Perspektif Hukum Keluarga Islam: Studi Kasus di Perumahan Godean Jogja Hills

    Thumbnail
    View/Open
    22421040.pdf (3.031Mb)
    Date
    2026
    Author
    Wahaja, Aisyah Ramadhan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perubahan struktur sosial dan ekonomi dalam masyarakat muslim telah mendorong meningkatnya fenomena peran ganda ibu rumah tangga, di mana seorang istri menjalankan kewajiban rumah tangga sekaligus berkontribusi dalam perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya peran ganda ibu rumah tangga dalam keluarga muslim di Perumahan Godean Jogja Hills, serta menganalisis dampak peran ganda tersebut terhadap pembagian peran dalam keluarga muslim perspektif Hukum Keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap 10 informan ibu rumah tangga dengan kriteria usia produktif serta menjalankan peran ganda di Perumahan Godean Jogja Hills, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang melatarbelakangi peran ganda ibu rumah tangga, yaitu: faktor ekonomi keluarga, faktor psikologis, dan faktor kesepakatan bersama. Adapun dampak yang ditimbulkan bersifat kompleks; di satu sisi memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga, namun di sisi lain menimbulkan pergeseran peran rumah tangga yang tidak selalu proporsional, ketidakjelasan batas tanggung jawab nafkah antara suami dan istri, serta tantangan dalam pengasuhan tumbuh kembang anak. Ditinjau dari perspektif Hukum Keluarga Islam melalui konsep nafkah, prinsip mubadalah, dan pendekatan maqasid al-syariah, kewajiban nafkah tetap berada pada suami dan tidak gugur meskipun istri turut berkontribusi dalam perekonomian keluarga. Kontribusi ekonomi istri dipahami sebagai bentuk tabarru' yang dilandasi kerelaan, bukan sebagai pengganti kewajiban nafkah suami. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka dan kesepakatan yang adil antara suami dan istri dalam mengelola peran ganda agar tidak menimbulkan ketidakadilan yang tidak disadari dalam rumah tangga.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65719
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV