• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Prarancangan Pabrik Hidrazin dari Amonia dan Natrium Hipoklorit dengan Kapasitas 10.000 Ton/Tahun

    Thumbnail
    View/Open
    22521081 & 22521087.pdf (1.636Mb)
    Date
    2026
    Author
    Hayuningtias, Idhah Fransiskayanti
    Putri, Asyifa Dila
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Hidrazin (N2H4) merupakan senyawa anorganik yang banyak digunakan dalam industri kimia, farmasi, pengolahan air boiler, dan bahan bakar roket. Kebutuhan hidrazin di Indonesia terus meningkat, sedangkan pemenuhannya masih bergantung pada impor. Oleh karena itu, dirancang pabrik hidrazin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mendukung substitusi impor dan peluang ekspor. Pabrik hidrazin dirancang dengan kapasitas 10.000 ton/tahun dan berlokasi di kawasan Jatiluhur Industrial Smart City (JISC). Kebutuhan bahan baku terdiri atas amonia sebesar 1100,81 kg/jam dan natrium hipoklorit sebesar 1841,15 kg/jam. Proses produksi menggunakan proses Raschig termodifikasi dengan bahan baku amonia (NH3) dan natrium hipoklorit (NaOCl). Reaksi berlangsung dalam dua reaktor seri, yaitu pembentukan monokloramina pada suhu rendah dan pembentukan hidrazin hidrat dengan penambahan amonia berlebih. Tahap proses dilanjutkan dengan pemisahan dan pemurnian menggunakan rotary drum filter, flash drum, stripper, netralizer, rotary drum vacuum filter, separator, dan menara distilasi. Produk utama yang dihasilkan adalah hidrazin hidrat (N2H4·H2O). Kebutuhan bahan baku diperoleh dari produsen dalam negeri dan didukung utilitas berupa air pendingin, steam, listrik, bahan bakar, udara tekan, dan sistem pengolahan air. Dalam operasinya, pabrik memiliki risiko karena hidrazin bersifat toksik, korosif, mudah terbakar, dan dapat terurai secara eksotermis sehingga diperlukan sistem pengendalian proses dan keselamatan kerja yang baik. Berdasarkan analisis ekonomi, pabrik hidrazin dinilai layak untuk didirikan dengan ROI sebelum pajak sebesar 18,15%, POT sebelum pajak selama 3,8 tahun, BEP sebesar 53,8%, SDP sebesar 20,69%, dan DCFRR sebesar 16,87%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pabrik layak didirikan secara teknis maupun ekonomis.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65711
    Collections
    • Chemical Engineering [1392]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV