| dc.description.abstract | Pembelajaran microteaching merupakan mata kuliah yang bertujuan
mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik melalui latihan keterampilan dasar
mengajar. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang
dapat memengaruhi efektivitas praktik mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hambatan pelaksanaan microteaching pada mahasiswa Program Studi
Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Indonesia serta upaya yang dilakukan
program studi dalam mengatasinya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.
Informan penelitian terdiri atas mahasiswa, dosen pengampu microteaching, Ketua
Program Studi PAI, dan staf program studi yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami hambatan
dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengelola waktu, menguasai kelas,
menggunakan media pembelajaran, serta mengatasi rasa gugup dan kurang percaya diri
saat praktik mengajar. Selain itu, ditemukan perbedaan standar pelaksanaan dan sistem
penilaian microteaching antar kelas. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Program
Studi PAI UII melakukan berbagai upaya, antara lain menetapkan mata kuliah Strategi
Pembelajaran sebagai prasyarat microteaching, melaksanakan tes diagnostik,
memberikan pembinaan akademik, menyelenggarakan latihan praktik mengajar,
memanfaatkan media pembelajaran digital, serta memberikan evaluasi dan umpan
balik secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan
pelaksanaan microteaching tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa,
tetapi juga oleh aspek teknis dan pengelolaan program. Oleh karena itu, diperlukan
penguatan koordinasi, standarisasi pelaksanaan, dan evaluasi berkelanjutan guna
meningkatkan efektivitas pelaksanaan microteaching. | en_US |