Persepsi Pedagang Ayam Potong di Kabupaten Sleman terhadap Kehalalan Proses Pemotongan Ayam
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki populasi muslim terbesar di
dunia. Adapun di Kabupaten Sleman, berdasarkan data Badan Pusat Statistik
Kabupaten Sleman 2024, sebesar 90,1% penduduk Sleman beragama Islam, dengan
tingkat konsumsi daging ayam sebesar 0,172 kg per kapita per minggu atau sekitar
8,9 kg per tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat pengetahuan
pedagang ayam di Kabupaten Sleman terhadap pemotongan ayam yang sesuai
dengan syariat Islam, mengidentifikasi persepsi pedagang ayam potong terhadap
urgensi penerapan prinsip kehalalan dalam proses pemotongan ayam, serta
menganalisis kesesuaian prosedur pemotongan yang dilakukan dengan pemahaman
yang dimiliki pedagang ayam potong. Jenis penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dengan data yang diambil melalui purposive sampling. Sampel
diambil dari 16 responden yang mencakup pedagang ayam potong yang tersebar di
tiga kecamatan di Kabupaten Sleman, yaitu Kecamatan Ngaglik, Ngemplak, dan
Pakem, serta JULEHA Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mayoritas pedagang ayam potong memiliki pengetahuan dasar terhadap
pemotongan halal. Namun pengetahuan tersebut belum secara menyeluruh,
terutama pada aspek pasca-penyembelihan dan standar kebersihan. Adapun dari sisi
persepsi, sebagian pedagang mengakui urgensi penerapan prinsip kehalalan.
Sedangkan terkait prosedur pemotongan yang dipraktikkan di lapangan, sebagian
besar telah mengikuti prosedur dasar, namun masih terdapat celah pada aspek
pemisahan area kotor dan bersih, serta penanganan ayam pasca penyembelihan.
Collections
- Islamic Economics [1180]
