• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pencantuman Kata Halal pada Produk Makanan yang Belum Terverifikasi dalam Perspektif Hukum Positif dan Maqāṣid Syarī‘ah (Studi Atas Kasus Ayam Widuran di Restoran Solo)

    Thumbnail
    View/Open
    22421097.pdf (3.665Mb)
    Date
    2026
    Author
    Syalsabillah, Tasya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pencantuman kata “halal” pada produk makanan merupakan bentuk informasi penting bagi konsumen Muslim dalam menentukan pilihan konsumsi sesuai syariat Islam. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan penyalahgunaan informasi halal, sebagaimana pada kasus Ayam Widuran Solo yang diketahui mengandung unsur non-halal meskipun mencantumkan kata “halal”. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan hukum terkait perlindungan konsumen serta kesesuaian praktik usaha dengan prinsip syariah. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pencantuman kata halal pada produk makanan non-halal dalam perspektif hukum positif dan Maqāṣid Syarī‘Ah. Pertanyaan peneliti meliputi: bagaimana analisis pencantuman kata halal pada kasus Ayam Goreng Widuran Solo ditinjau dari Maqāṣid Syarī‘Ah dan fikih muamalah, serta bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi konsumen Muslim dan konsekuensi hukum terhadap pelaku usaha menurut Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan Undang-Undang perlindungan Konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui kajian empirik dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan objek penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pencantuman kata “halal” pada produk non-halal merupakan bentuk pelanggaran hukum karena mengandung informasi menyesatkan. Dalam perspektif Maqāṣid Syarī‘Ah, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip Ḥifẓ al-Nafs, Ḥifẓ al-Dīn, dan Ḥifẓ al-Nasl, serta dalam hukum positif melanggar ketentuan perlindungan konsumen dan jaminan produk halal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65628
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV