| dc.description.abstract | Latar belakang: Anemia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien
penyakit ginjal kronik (PGK), terutama yang menjalani hemodialisis akibat
penurunan produksi eritropoietin. Kondisi ini meningkatkan morbiditas, mortalitas,
dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Tujuan utama penelitian ini adalah
mengetahui karakteristik pasien, gambaran kejadian anemia, dan profil penggunaan
obat anemia pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU
Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan
rancangan cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien PGK yang
menjalani hemodialisis periode 2024–2025. Sampel dipilih dengan metode total
sampling dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Total 214 pasien memenuhi
kriteria penelitian. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (60,75%), berusia
≥50 tahun (77,10%), memiliki komorbid hipertensi (83,18%), dan menjalani
hemodialisis <5 tahun (70,56%). Berdasarkan kriteria KDIGO dan PNPK,
sebanyak 211 pasien (98,60%) mengalami anemia dengan mayoritas kadar
hemoglobin 8–10 g/dL. Sebagian besar pasien memiliki kadar ferritin normal
(95,33%), TSAT normal (70,09%), dan TIBC rendah (75,23%). Terapi anemia
yang paling banyak digunakan adalah kombinasi epoetin alfa dan asam folat
(79,44%), sedangkan transfusi PRC diberikan pada 27 pasien (12,62%).
Kesimpulan: Mayoritas pasien PGK yang menjalani hemodialisis mengalami
anemia. Status besi umumnya menunjukkan ferritin dan TSAT normal dengan
TIBC rendah yang lebih mencerminkan inflamasi kronis. Kombinasi epoetin alfa
dan asam folat merupakan terapi anemia yang paling banyak digunakan. | en_US |