Show simple item record

dc.contributor.authorMutawakil, Fathan
dc.contributor.authorSugiharto, Rizky Aulia
dc.date.accessioned2026-08-05T06:38:49Z
dc.date.available2026-08-05T06:38:49Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65612
dc.description.abstractMeningkatnya kebutuhan bahan bakar penerbangan serta tuntutan penurunan emisi karbon mendorong pengembangan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya terbarukan. Salah satu bahan bakar alternatif yang potensial adalah bioavtur yang dapat diproduksi dari minyak jelantah atau Waste Cooking Oil (WCO). Minyak jelantah dipilih sebagai bahan baku karena mengandung trigliserida dan asam lemak rantai panjang, seperti asam oleat, asam linoleat, dan asam palmitat, serta tidak bersaing langsung dengan kebutuhan pangan. Pada tugas akhir ini dilakukan prarancangan pabrik bioavtur dari minyak jelantah dengan kapasitas 210.000 ton/tahun. Proses produksi dilakukan melalui tahap pretreatment bahan baku untuk menstabilkan kualitas WCO sebelum masuk ke proses utama. Tahap ini bertujuan untuk mengurangi pengaruh variasi kualitas minyak jelantah, terutama terhadap kadar air, padatan, FFA, pengotor, serta komposisi asam lemak. Selanjutnya, WCO dan hidrogen dipanaskan hingga berada dalam fase uap sebelum masuk reaktor agar reaksi berlangsung lebih stabil, risiko perubahan fase mendadak dapat diminimalkan, dan pressure drop proses dapat dikendalikan. Proses utama terdiri dari hydrotreating atau hydrodeoxygenation menggunakan katalis NiMo/Al2O3, kemudian dilanjutkan dengan hydrocracking dan hydroisomerization menggunakan katalis Pt/SAPO-11 untuk menghasilkan fraksi hidrokarbon yang sesuai dengan karakteristik bahan bakar penerbangan. Reaksi berlangsung secara kontinu di dalam Fixed Bed Multitube Reactor pada suhu 405°C dan tekanan 30 atm. Kebutuhan bahan baku minyak jelantah sebesar 26.515,15 kg/jam dan hidrogen sebesar 641,15 kg/jam. Pabrik direncanakan berlokasi di Kawasan Sungai Ular, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, akses transportasi, kedekatan dengan Bandara Internasional Kualanamu dan Pelabuhan Belawan, ketersediaan utilitas, serta potensi tenaga kerja. Berdasarkan analisis ekonomi, diperoleh total biaya produksi sebesar Rp12.058.718.875.378,80 per tahun dengan total penjualan sebesar Rp13.264.590.762.916,70 per tahun. Keuntungan sebelum pajak yang diperoleh sebesar Rp1.205.871.887.537,88 per tahun, sedangkan keuntungan setelah pajak sebesar Rp940.580.072.279,55 per tahun. Berdasarkan hasil analisis teknis dan ekonomi tersebut, prarancangan pabrik bioavtur dari minyak jelantah ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai industri bahan bakar penerbangan berbasis energi terbarukan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBioavturen_US
dc.subjectMinyak Jelantahen_US
dc.subjectHidrogenen_US
dc.subjectHydroprocessingen_US
dc.subjectEvaluasi Ekonomien_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Bioavtur dari Minyak Jelantah dengan Kapasitas 210.000 Ton/Tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22521091
dc.Identifier.NIM22521097


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record