Show simple item record

dc.contributor.authorSari, Fitri Yanda
dc.date.accessioned2026-08-04T08:19:19Z
dc.date.available2026-08-04T08:19:19Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65582
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik dewan komisaris yang meliputi independensi, ukuran, keahlian, keragaman gender, serta frekuensi rapat terhadap kualitas pengungkapan antikorupsi pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020– 2024. Penelitian menggunakan data panel yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Kualitas pengungkapan antikorupsi diukur berdasarkan indikator GRI 205 dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan frekuensi rapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pengungkapan antikorupsi. Sebaliknya, independensi, keahlian, dan keragaman gender dewan komisaris tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas pengawasan dalam mendorong transparansi antikorupsi lebih dipengaruhi oleh kapasitas kolektif dan intensitas aktivitas dewan dibandingkan karakteristik struktural semata. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur tata kelola perusahaan dan Agency Theory dalam konteks pengungkapan antikorupsi di Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKualitas Pengungkapan Antikorupsien_US
dc.subjectDewan Komisarisen_US
dc.subjectTata Kelola Perusahaanen_US
dc.subjectGRI 205en_US
dc.subjectAgency Theoryen_US
dc.titlePengaruh Karakteristik Dewan Komisaris terhadap Kualitas Pengungkapan Antikorupsi Berdasarkan GRI 205 pada Perusahaan Sektor Infrastruktur yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM24919008


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record