Show simple item record

dc.contributor.authorSafitri, Annisa Rahmalia
dc.contributor.authorRizqino, Radiva
dc.date.accessioned2026-08-04T08:14:08Z
dc.date.available2026-08-04T08:14:08Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65580
dc.description.abstractCarboxymethyl Cellulose (CMC) merupakan polimer larut air yang diaplikasikan secara luas dalam berbagai sektor industri, seperti industri makanan sebagai pengental dan penstabil emulsi, industri farmasi sebagai pengikat tablet, serta industri kosmetik dan tekstil sebagai agen penahan air. Pabrik CMC ini dirancang untuk memenuhi tingginya permintaan pasar domestik maupun internasional dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 ton/tahun. Pabrik ini direncanakan berdiri di Kawasan Industri Jl. Banten Lama, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, di atas lahan seluas 46.530 m2. Operasional pabrik berlangsung kontinu selama 24 jam sehari dan 330 hari setahun dengan dukungan 119 tenaga kerja. Proses sintesis CMC menerapkan tahapan alkalisasi dan eterifikasi secara berkesinambungan di dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB). Untuk mencapai target kapasitas tersebut, lini produksi membutuhkan suplai bahan baku spesifik per jam yang meliputi 301,4361 kg tepung selulosa, 69,8653 kg natrium hidroksida, 484,4644 kg aseton, dan 180,3804 kg sodium monokloroasetat. Kelancaran operasi pabrik didukung oleh unit utilitas yang mengelola kebutuhan air proses (465,0194 kg/jam), air pendingin (163,4471 kg/jam), air domestik (1.781,6153 kg/jam), serta air layanan umum (678 kg/jam). Unit ini juga memasok saturated steam sebanyak 204,2738 kg/jam, udara tekan sebesar 63,2102 m3/jam, dan daya listrik sebesar 225,3422 kW yang bersumber dari PLN. Evaluasi finansial menunjukkan parameter ekonomi yang sangat positif, dengan perolehan keuntungan tahunan sebelum pajak sebesar Rp50.213.044.523,93 dan laba bersih pascapajak 22% mencapai Rp39.166.174.728,66. Indikator kelayakan modal mencatat nilai Return on Investment (ROI) sebesar 16,14% (sebelum pajak) dan 12,59 (setelah pajak), dengan Pay Out Time (POT) berturut-turut selama 4,14 tahun dan 4,86 tahun. Lebih lanjut, analisis titik impas menghasilkan Break Even Point (BEP) sebesar 55,23%, Shut Down Point (SDP) pada 27,50%, serta Discounted Cash Flow Rate (DCFRR) mencapai 12,12%. Berdasarkan kalkulasi teknis dan estimasi keekonomian tersebut, proyek pendirian pabrik CMC ini dinilai sangat prospektif, menguntungkan, dan layak untuk direalisasikan di Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAlkalisasien_US
dc.subjectCarboxymethyl Celluloseen_US
dc.subjectEterifikasien_US
dc.subjectRATBen_US
dc.subjectSelulosaen_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Karboksimetil Selulosa dari Selulosa dengan Kapasitas 4.000 Ton/Tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22521088
dc.Identifier.NIM22521102


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record