Prarancangan Pabrik Karboksimetil Selulosa dari Selulosa dengan Kapasitas 4.000 Ton/Tahun
Abstract
Carboxymethyl Cellulose (CMC) merupakan polimer larut air yang diaplikasikan
secara luas dalam berbagai sektor industri, seperti industri makanan sebagai
pengental dan penstabil emulsi, industri farmasi sebagai pengikat tablet, serta
industri kosmetik dan tekstil sebagai agen penahan air. Pabrik CMC ini dirancang
untuk memenuhi tingginya permintaan pasar domestik maupun internasional
dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 ton/tahun. Pabrik ini direncanakan berdiri
di Kawasan Industri Jl. Banten Lama, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang,
Banten, di atas lahan seluas 46.530 m2. Operasional pabrik berlangsung kontinu
selama 24 jam sehari dan 330 hari setahun dengan dukungan 119 tenaga kerja.
Proses sintesis CMC menerapkan tahapan alkalisasi dan eterifikasi secara
berkesinambungan di dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB). Untuk
mencapai target kapasitas tersebut, lini produksi membutuhkan suplai bahan baku
spesifik per jam yang meliputi 301,4361 kg tepung selulosa, 69,8653 kg natrium
hidroksida, 484,4644 kg aseton, dan 180,3804 kg sodium monokloroasetat.
Kelancaran operasi pabrik didukung oleh unit utilitas yang mengelola kebutuhan
air proses (465,0194 kg/jam), air pendingin (163,4471 kg/jam), air domestik
(1.781,6153 kg/jam), serta air layanan umum (678 kg/jam). Unit ini juga memasok
saturated steam sebanyak 204,2738 kg/jam, udara tekan sebesar 63,2102 m3/jam,
dan daya listrik sebesar 225,3422 kW yang bersumber dari PLN. Evaluasi finansial
menunjukkan parameter ekonomi yang sangat positif, dengan perolehan
keuntungan tahunan sebelum pajak sebesar Rp50.213.044.523,93 dan laba bersih
pascapajak 22% mencapai Rp39.166.174.728,66. Indikator kelayakan modal
mencatat nilai Return on Investment (ROI) sebesar 16,14% (sebelum pajak) dan
12,59 (setelah pajak), dengan Pay Out Time (POT) berturut-turut selama 4,14 tahun
dan 4,86 tahun. Lebih lanjut, analisis titik impas menghasilkan Break Even Point
(BEP) sebesar 55,23%, Shut Down Point (SDP) pada 27,50%, serta Discounted
Cash Flow Rate (DCFRR) mencapai 12,12%. Berdasarkan kalkulasi teknis dan
estimasi keekonomian tersebut, proyek pendirian pabrik CMC ini dinilai sangat
prospektif, menguntungkan, dan layak untuk direalisasikan di Indonesia.
Collections
- Chemical Engineering [1392]
