Pengembangan Aplikasi Mobile Eco-system Livestock untuk Pencatatan Ternak Menggunakan Framework Flutter
Abstract
Sektor peternakan di Indonesia masih menghadapi kendala pencatatan ternak yang
sebagian besar dilakukan secara manual menggunakan kertas dan ear tag visual. Pendekatan
tersebut rentan terhadap kesalahan, sulit direkapitulasi, dan tidak terhubung satu sama lain.
Universitas Islam Indonesia, Universitas Sriwijaya, dan tim IT eksternal mengembangkan
platform Eco-system Livestock untuk mengatasi masalah ini, namun belum tersedia klien
mobile yang dapat digunakan langsung oleh penyuluh dan peternak di lapangan. Penelitian ini
bertujuan mengembangkan aplikasi mobile Android sebagai klien dari platform tersebut,
dengan dukungan pemindai QR code untuk identifikasi ternak.
Aplikasi dikembangkan menggunakan framework Flutter dengan pola arsitektur Model-
View-ViewModel (MVVM) dan state management Provider. Aplikasi ini melayani dua peran
pengguna dengan hak akses yang berbeda, yaitu penyuluh produksi sebagai supervisor untuk
memantau peternak binaan pada lingkup desa, dan peternak yang melalui aplikasi hanya
menampilkan data hewan miliknya sendiri. Aplikasi memanggil REST API yang sudah
disediakan tim backend untuk operasi pembacaan dan penulisan data. Pengujian dilakukan
dengan tiga metode, yaitu black-box testing untuk memvalidasi kebutuhan fungsional, API
integration testing untuk memastikan komunikasi yang stabil dengan platform utama, dan
pengujian usability menggunakan System Usability Scale (SUS).
Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mobile Eco-system Livestock berhasil
dikembangkan dan memenuhi seluruh kebutuhan fungsional yang telah dirumuskan untuk
kedua peran pengguna. Pengujian black-box terhadap seluruh skenario fungsional
menghasilkan status diterima, dan pengujian API integration memverifikasi kesesuaian
komunikasi aplikasi dengan REST API. Pengujian usability dengan System Usability Scale
(SUS) memperoleh skor rata-rata 71,1 yang tergolong kategori Good dan dapat diterima.
Implementasi pemindai QR code berbasis kamera perangkat juga terbukti mempercepat proses
identifikasi ternak dibanding input manual.
Collections
- Informatics Engineering [2730]
