Show simple item record

dc.contributor.authorFazira, Sabrina Nasywa
dc.date.accessioned2026-08-04T04:49:48Z
dc.date.available2026-08-04T04:49:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65544
dc.description.abstractLatar belakang: Biofilm bakteri sering menunjukkan resistensi terhadap terapi konvensional, sehingga dibutuhkan sistem penghantaran obat yang inovatif. Ekstrak pegagan dan kurkumin memiliki potensi antibiofilm, namun dibatasi oleh kelarutan dan penetrasi rendah sehingga perlu dikembangkan sebagai nanohidrogel berbasis SNEDDS untuk meningkatkan solubilitas dan penetrasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi nanohidrogel kombinasi ekstrak pegagan dan kurkumin sebagai sediaan topikal antibiofilm. Metode: Ekstraksi pegagan dilakukan dengan metode sonikasi menggunakan etanol 96%. Formulasi SNEDDS dibuat dengan black seed oil sebagai fase minyak, Tween 80 sebagai surfaktan, polietilen glikol 400 sebagai kosurfaktan, dan kombinasi ekstrak pegagan dan kurkumin sebagai zat aktif. Sediaan SNEDDS kemudian dievaluasi meliputi ukuran partikel, nilai polydispersity index (PDI), dan nilai transmitan. Formulasi nanohidrogel dibuat dengan Carbopol 940, gliserin, trietanolamin, akuades, dan SNEDDS dengan konsentrasi yang berbeda. Kemudian, dilanjutkan dengan evaluasi sediaan yang meliputi uji viskositas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji stabilitas dipercepat. Kemudian dilakukan uji penghambatan biofilm. Analisis ANOVA satu arah digunakan untuk mengetahui perbedaan signifikan antar sampel uji yang digunakan. Hasil: Ekstrak pegagan diperoleh dengan rendemen sebesar 13,20%. Formula SNEDDS optimum diperoleh pada F1 dengan ukuran partikel sebesar 18,63 ± 1,05 nm, PDI sebesar 0,37 ± 0,02, zeta potensial sebesar -47 ± 2,29 mV, dan transmitan terbaik, yaitu 93,60 ± 0,1%. Aktivitas antibiofilm tertinggi diperoleh pada nanohidrogel F3 yang mengandung zat aktif tertinggi dengan persentase inhibisi biofilm sebesar 54,44 ± 10,63%. Kesimpulan: Nanohidrogel kombinasi ekstrak pegagan dan kurkumin memiliki karakteristik fisik dan stabilitas yang baik serta aktivitas antibiofilm terhadap Staphylococcus aureus.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNanohidrogelen_US
dc.subjectSNEDDSen_US
dc.subjectPegaganen_US
dc.subjectKurkuminen_US
dc.subjectAntibiofilmen_US
dc.titleFormulasi dan Evaluasi Nanohidrogel Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Kurkumin Sebagai Antibiofilm Topikalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613127


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record