Formulasi dan Evaluasi Nanohidrogel Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Kurkumin Sebagai Antibiofilm Topikal
Abstract
Latar belakang: Biofilm bakteri sering menunjukkan resistensi terhadap terapi
konvensional, sehingga dibutuhkan sistem penghantaran obat yang inovatif.
Ekstrak pegagan dan kurkumin memiliki potensi antibiofilm, namun dibatasi oleh
kelarutan dan penetrasi rendah sehingga perlu dikembangkan sebagai nanohidrogel
berbasis SNEDDS untuk meningkatkan solubilitas dan penetrasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi
nanohidrogel kombinasi ekstrak pegagan dan kurkumin sebagai sediaan topikal
antibiofilm.
Metode: Ekstraksi pegagan dilakukan dengan metode sonikasi menggunakan
etanol 96%. Formulasi SNEDDS dibuat dengan black seed oil sebagai fase minyak,
Tween 80 sebagai surfaktan, polietilen glikol 400 sebagai kosurfaktan, dan
kombinasi ekstrak pegagan dan kurkumin sebagai zat aktif. Sediaan SNEDDS
kemudian dievaluasi meliputi ukuran partikel, nilai polydispersity index (PDI), dan
nilai transmitan. Formulasi nanohidrogel dibuat dengan Carbopol 940, gliserin,
trietanolamin, akuades, dan SNEDDS dengan konsentrasi yang berbeda. Kemudian,
dilanjutkan dengan evaluasi sediaan yang meliputi uji viskositas, pH, daya sebar,
daya lekat, dan uji stabilitas dipercepat. Kemudian dilakukan uji penghambatan
biofilm. Analisis ANOVA satu arah digunakan untuk mengetahui perbedaan
signifikan antar sampel uji yang digunakan.
Hasil: Ekstrak pegagan diperoleh dengan rendemen sebesar 13,20%. Formula
SNEDDS optimum diperoleh pada F1 dengan ukuran partikel sebesar 18,63 ± 1,05
nm, PDI sebesar 0,37 ± 0,02, zeta potensial sebesar -47 ± 2,29 mV, dan transmitan
terbaik, yaitu 93,60 ± 0,1%. Aktivitas antibiofilm tertinggi diperoleh pada
nanohidrogel F3 yang mengandung zat aktif tertinggi dengan persentase inhibisi
biofilm sebesar 54,44 ± 10,63%.
Kesimpulan: Nanohidrogel kombinasi ekstrak pegagan dan kurkumin memiliki
karakteristik fisik dan stabilitas yang baik serta aktivitas antibiofilm terhadap
Staphylococcus aureus.
Collections
- Pharmacy [2101]
