Show simple item record

dc.contributor.authorBelinda, Distiana Nur
dc.date.accessioned2026-08-04T04:42:00Z
dc.date.available2026-08-04T04:42:00Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/65538
dc.description.abstractInfeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi paling sering kedua setelah infeksi saluran nafas atas yang terjadi pada populasi dengan rata-rata 9,3% pada wanita dan 2,5-11% pada pria. Terapi yang diberikan kepada pasien ISK awal yakni terapi antibiotik empiris yang mampu mengurangi hingga menghilangkan gejala infeksi sekaligus dapat mencegah kekambuhan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik meliputi jenis, dosis, jumlah, dan frekuensi serta mengetahui tingkat keberhasilan terapi antibiotik untuk pasien dengan diagnosa ISK di Puskesmas Kalibawang Kulon Progo. Penelitian dilakukan dengan rancangan studi potong lintang deskriptif yang dilakukam secara prospektif periode Januari sampai Maret 2014 dengan melibatkan 33 pasien. Data dikumpulkan dari rekam medis dan wawancara pasien. Hasil yang didapatkan dari rekam medis menunjukkan bahwa ISK meliputi kategori sistitis dan pielonefritis. Terapi antibiotik untuk pasien sistitis diberikan kotrimoksazol 480 mg (51,51 %) dan siprofloksasin 500 mg (39,39 %) sedangkan untuk pasien pielonefritis diberikan kotrimoksazol 480 mg (3,03 %) dan siprofloksasin 500 mg (6,06 %). Semua antibiotik diberikan 2 kali sehari selama 5 hari. Pemberian terapi empiris menunjukkan keberhasilan terapi pasien yang mengalami ISK dengan ditunjukkan hilangnya gejala pada pasien.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectInfeksi saluran kemih,en_US
dc.subjectantibiotik,en_US
dc.subjectkeberhasilan terapien_US
dc.titleKajian Tatalaksana Terapi Pasien Infeksi Saluran Kemih di Puskesmas Kalibawang Kulon Progoen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM09613053


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record