Kajian Tatalaksana Terapi Pasien Infeksi Saluran Kemih di Puskesmas Kalibawang Kulon Progo
Abstract
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi paling sering kedua setelah infeksi saluran nafas atas yang terjadi pada populasi dengan rata-rata 9,3% pada wanita dan 2,5-11% pada pria. Terapi yang diberikan kepada pasien ISK awal yakni terapi antibiotik empiris yang mampu mengurangi hingga menghilangkan gejala infeksi sekaligus dapat mencegah kekambuhan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik meliputi jenis, dosis, jumlah, dan frekuensi serta mengetahui tingkat keberhasilan terapi antibiotik untuk pasien dengan diagnosa ISK di Puskesmas Kalibawang Kulon Progo. Penelitian dilakukan dengan rancangan studi potong lintang deskriptif yang dilakukam secara prospektif periode Januari sampai Maret 2014 dengan melibatkan 33 pasien. Data dikumpulkan dari rekam medis dan wawancara pasien. Hasil yang didapatkan dari rekam medis menunjukkan bahwa ISK meliputi kategori sistitis dan pielonefritis. Terapi antibiotik untuk pasien sistitis diberikan kotrimoksazol 480 mg (51,51 %) dan siprofloksasin 500 mg (39,39 %) sedangkan untuk pasien pielonefritis diberikan kotrimoksazol 480 mg (3,03 %) dan siprofloksasin 500 mg (6,06 %). Semua antibiotik diberikan 2 kali sehari selama 5 hari. Pemberian terapi empiris menunjukkan keberhasilan terapi pasien yang mengalami ISK dengan ditunjukkan hilangnya gejala pada pasien.
Collections
- Pharmacy [2101]
