Pengembangan Sistem Santri Digital Menggunakan Metode User-Centered Design Di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Komplek 4
Abstract
Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Komplek 4 merupakan pondok tahfidz yang
mewajibkan santri mengikuti kegiatan pengajian dan setoran hafalan Al-Qur’an setiap ba’da
Subuh dan ba’da Maghrib dengan ketentuan minimal kehadiran sebesar 50% setiap bulan.
Namun, proses administrasi santri yang meliputi presensi, perizinan, pembayaran syahriyah,
dan penyampaian informasi kepada wali santri masih dilakukan secara manual menggunakan
media kertas dan Google Spreadsheet sehingga menimbulkan berbagai permasalahan, seperti
keterlambatan rekapitulasi data, risiko kesalahan pencatatan, kesulitan monitoring
pembayaran, serta keterbatasan penyampaian informasi kepada wali santri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Santri Digital yang mampu
mendukung pengelolaan administrasi santri secara terintegrasi. Metode yang digunakan adalah
User-Centered Design karena menekankan keterlibatan pengguna pada setiap tahap
pengembangan sistem. Proses penelitian dilakukan melalui empat tahapan, yaitu Understand
Context of Use untuk memahami kebutuhan pengguna melalui wawancara dan observasi,
Specify User Requirements untuk merumuskan kebutuhan sistem berdasarkan permasalahan
yang ditemukan, Produce Design Solutions untuk mengembangkan dan memvalidasi solusi
bersama pengguna, serta Evaluate Against Requirements untuk mengevaluasi sistem yang telah
dikembangkan.
Hasil penelitian berupa Sistem Santri Digital berbasis web yang terintegrasi dengan Google
Workspace dan Telegram Bot. Sistem menyediakan fitur pengelolaan data santri, presensi
digital, perizinan santri, pembayaran syahriyah, monitoring tagihan, laporan kehadiran, serta
notifikasi otomatis kepada wali santri melalui Telegram. Pengguna utama sistem dilibatkan
secara aktif dalam proses validasi sehingga fitur yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan
operasional pondok pesantren.
Evaluasi sistem dilakukan menggunakan metode System Usability Scale terhadap 10 orang
pengurus pondok pesantren dan Technology Acceptance Model terhadap 10 orang wali santri.
Hasil evaluasi SUS memperoleh skor sebesar 86,5 yang termasuk kategori Excellent dan berada
pada Acceptable Range, menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat usability yang sangat
baik. Sementara itu, evaluasi TAM memperoleh tingkat penerimaan sebesar 83,71% yang
termasuk kategori Sangat Baik, menunjukkan bahwa wali santri menilai sistem bermanfaat dan
bersedia menggunakan layanan informasi yang disediakan.
Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
Sistem Santri Digital berhasil memenuhi kebutuhan pengguna serta mampu meningkatkan
efektivitas pengelolaan administrasi santri dan penyampaian informasi kepada wali santri di
Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Komplek 4.
Collections
- Informatics Engineering [2730]
