Analisis Komparatif Skema PPN KMS dan PPN Umum Pada Jasa Konstruksi Terhadap Beban Pajak dan Laba Setelah Pajak : Studi Kasus CV XYZ
Abstract
Perubahan tarif PPN pada UU HPP menuntut sektor jasa konstruksi menerapkan
perencanaan pajak (tax planning) secara legal demi menjaga profitabilitas. Penelitian studi
kasus pada CV XYZ ini bertujuan menganalisis dan membandingkan dampak finansial antara
skema PPN Umum dan skema PPN Kegiatan Membangun Sendiri (KMS) terhadap beban
pajak dan laba setelah pajak. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif pada proyek
pembangunan rumah komersial, analisis dilakukan melalui simulasi perhitungan pajak serta
penyusunan laporan perbandingan laba rugi berdasarkan regulasi terbaru. Berbeda dengan
penelitian terdahulu yang mayoritas hanya mengkaji aspek formal kepatuhan perpajakan,
kelebihan penelitian ini terletak pada analisis komparatif komprehensif yang mengintegrasikan
beban PPh Final, PPh Badan, dan PPN KMS secara simultan untuk mengukur dampak riil pada
laba bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema PPN KMS jauh lebih efisien secara
finansial dibandingkan skema PPN Umum. Penerapan skema PPN KMS berhasil memangkas
beban PPh Final secara signifikan, sehingga meskipun memicu timbulnya PPh Badan, total
beban pajak kumulatifnya tetap lebih rendah. Kesimpulannya, skema PPN KMS memberikan
penghematan pajak (tax saving) yang secara langsung meningkatkan laba setelah pajak
perusahaan. Implikasinya, strategi komparatif ini memberikan landasan teoritis baru serta
dapat direkomendasikan sebagai alternatif kebijakan legal bagi manajemen CV XYZ maupun
perusahaan konstruksi berskala serupa dalam mengoptimalkan efisiensi fiskal mereka.
Collections
- Tax Accounting [81]
