Show simple item record

dc.contributor.authorDamarhati, Soka Arum
dc.date.accessioned2026-08-01T08:05:16Z
dc.date.available2026-08-01T08:05:16Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65413
dc.description.abstractIndustri ritel di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat seiring dengan perkembangan perekonomian nasional, namun di balik pertumbuhan tersebut terdapat tantangan operasional yang tidak boleh diabaikan, yaitu tingginya konsumsi energi listrik. Penelitian ini dilakukan di Toko Sumini, sebuah usaha ritel yang berlokasi di Kudus dan telah beroperasi sejak tahun 2024, dengan tujuan mengidentifikasi pemborosan dan peluang efisiensi listrik melalui proses audit energi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memperoleh data inventaris peralatan listrik beserta jam operasionalnya. Hasil perhitungan menunjukkan total konsumsi energi listrik teoritis sebesar 995,5 kWh/bulan yang terdistribusi ke dalam lima kategori peralatan, yaitu pencahayaan sebesar 79 kWh//bulan, pendingin ruangan sebesar 198 kWh/bulan, pendigin produk sebesar 391,3 kWh/bulan, peralatan kasir sebesar 241,8 kWh/bulan, dan peralatan lainnya sebesar 85,4 kWh/bulan. Kelompok pendingin produk merupakan kategori dengan kontribusi terbesar, sementara pada tingkat peralatan individual, kipas angin sebanyak 5 unit menjadi peralatan dengan konsumsi energi tertinggi sebesar 198 kWh/bulan. Berdasarkan hasil identifikasi pemborosan, diusulkan enam rekomendasi peluang hemat energi yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu no cost yang mencakup penjadwalan kipas angin, penyesuaian jam operasional wifi router, pelepasan lampu kamar mandi 9W, dan penonaktifan TV; kategori low cost berupa pemasangan sensor gerak PIR model XD3602; serta kategori high cost berupa penggantian kulkas minuman berdata 335W dengan unit baru berdaya 190W. Apabila keenam rekomendasi diterapkan secara bersamaan, total penghematan energi yang dapat diperoleh sebesar 133,3 kWh/bulan atau setara dengan Rp192.522/bulan dan Rp2.310.264/tahun. Rekomendasi low cost memiliki payback period 52,8 bulan, sementara rekomendasi high cost memiliki payback period 59,9 bulan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAudit Energien_US
dc.subjectRitelen_US
dc.subjectPeluang Hemat Energien_US
dc.subjectPayback Perioden_US
dc.titleIdentifikasi Pemborosan dan Peluang Efisiensi Listrik Pada Toko dan Gudang Ritel Melalui Pendekatan Audit Energien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22522005


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record