Analisis Kepatuhan Wajib Pajak dalam Menanggapi SP2DK (Studi Kasus PT BNS Tahun 2025)
Abstract
Penerapan self assessment system di Indonesia sering kali memicu ketidaksesuaian
administratif antara pelaporan komersial perusahaan dengan data pengawasan
otoritas fiskal yang kemudian ditindaklanjuti melalui penerbitan SP2DK. Penelitian
kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis dasar penerbitan SP2DK,
menguraikan tindak lanjut dalam menanggapi SP2DK, dan menganalisis tingkat
kepatuhan PT BNS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa surat tersebut
diterbitkan atas dasar delapan poin indikasi ketidakcocokan data administrasi
perpajakan. Pada hasil penyelesaiannya, PT BNS menanggapi secara kooperatif
melalui pembetulan SPT Badan Tahunan, pelunasan kurang bayar sebesar
Rp17.723.530 serta menyelesaikan STP berupa sanksi bunga pasal 8 ayat 2 UU
KUP. Berdasarkan teori Slippery Slope Framework tindakan ini dikategorikan
sebagai Enforced Compliance. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian rinci
respon SP2DK hingga sanksi STP, berfokus pada perdagangan eceran tradisional
yang unik, serta hadirnya regulasi terbaru PMK 111 tahun 2025. Implikasinya
menegaskan pentingnya pengawasan aktif fiskus dan penguatan pengendalian
internal perpajakan badan guna menyelaraskan pembukuan komersial dengan
ketentuan fiskal.
Collections
- Tax Accounting [81]
