Prediksi Pencapaian Target Kerja Untuk Optimasi Manajemen Proyek Menggunakan Metode Long Short Term Memory dan Random Forest
Abstract
Dalam era digitalisasi, pengelolaan SDM dalam proyek TI menghadapi tantangan
signifikan, yaitu memperkirakan kebutuhan mandays secara akurat. Ketidaktepatan
estimasi ini menyebabkan alokasi SDM menjadi tidak optimal, menimbulkan dua
kondisi krusial yaitu under allocation dan over allocation. Kondisi tersebut
berdampak pada pemborosan anggaran, keterlambatan penyelesaian proyek, serta
penurunan produktivitas yang akhirnya menghambat pencapaian target kerja.
Permasalahan serupa tidak hanya terjadi pada sektor TI, tetapi juga pada industri
lain seperti konstruksi dan manufaktur, karena proses estimasi umumnya masih
dilakukan secara manual dan belum didukung sistem prediktif berbasis data
historis. Penelitian ini mengusulkan model prediktif berbasis kombinasi metode
LSTM dan Random Forest dengan pendekatan Error Reciprocal, yaitu pemberian
bobot lebih besar pada model dengan tingkat kesalahan prediksi (MAE) yang lebih
rendah. Prediksi mandays dilakukan berdasarkan faktor-faktor proyek meliputi
jenis proyek, status, durasi, jumlah SDM, dan nilai proyek. LSTM digunakan untuk
mengenali pola temporal pada data historis proyek, sedangkan Random Forest
untuk menangani hubungan non-linear dan menghasilkan prediksi yang stabil.
Hasil pengujian menunjukkan model tunggal LSTM relatif lebih baik dibandingkan
Random Forest, dengan MAE masing-masing 286,21 dan 369,57. Namun, model
kombinasi LSTM-RF memberikan performa terbaik dengan MAE sebesar 279,32
dan MAPE 17,65%. Evaluasi MAE menghasilkan MMRE < 25% dan PRED(25) ≥
75%, yang sudah dalam kategori baik untuk sebuah prediksi, serta mampu
meningkatkan akurasi prediksi sekitar 4% dibandingkan model tunggal. Model
kombinasi LSTM-RF efektif dalam mem-prediksi pencapaian target kerja serta
mendukung pengambilan keputusan dalam manajemen proyek TI.
Collections
- Tax Accounting [81]
