| dc.description.abstract | Latar Belakang: Pencampuran daging sapi dengan daging babi masih menjadi
permasalahan serius karena merugikan konsumen dari aspek ekonomi dan
kehalalan. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis yang mampu mendeteksi
keberadaan campuran daging babi dalam daging sapi secara akurat, mengingat
kedua jenis daging tersebut sulit dibedakan secara visual setelah dicampurkan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis keberadaan cemaran daging babi
dalam daging sapi secara kualititatif maupun kuantitatif. Analisis dilakukan
menggunakan FTIR yang dikombinasikan menggunakan ANN.
Metode: Penelitian diawali dengan optimasi ekstraksi lipid menggunakan metode
Bligh-Dyer dengan modifikasi variasi pelarut. Ekstrak lipid yang diperoleh
dianalisis menggunakan FTIR-ATR pada rentang bilangan gelombang 4000–400
cm−1. Data spektrum FTIR kemudian diolah menggunakan ANN dengan metode
Multilayer Perceptron (MLP) untuk analisis kualitatif dan kuantitatif melalui tahap
training, testing, dan holdout.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Bligh-Dyer dengan pelarut n-
heksana:isopropanol:air (2:2:1,8) menghasilkan ekstrak lipid terbaik. Spektrum
FTIR menunjukkan pita serapan khas lipid pada daerah 3100–2800 cm−1, 1750–
1650 cm−1, 1500–1350 cm−1, 1200–1150 cm−1, dan 750–700 cm−1 yang mampu
membedakan daging sapi, daging babi, dan campurannya. Model ANN
menghasilkan akurasi klasifikasi 100% dengan nilai AUC 1,0. Analisis kuantitatif
menunjukkan relative error training dan testing masing-masing sebesar 0,020 dan
0,008, serta RMSE sebesar 0,099 dan 0,066.
Kesimpulan: Profil spektrum FTIR mampu mengidentifikasi karakteristik lipid
pada daging sapi, daging babi, maupun campuran keduanya. ANN dapat mengolah
data spektrum FTIR yang kompleks untuk melakukan identifikasi dan kuantifikasi
cemaran daging babi dalam daging sapi. | en_US |