Fermentasi, Isolasi, dan Aktivitas Antikanker Senyawa Aktif dari Jamur Endofit Phomopsis sp. Galur Pcl-Y-48 pada Sel Leukemia (Molt-4)
Abstract
Leukemia menempati peringkat kesepuluh dalam kasus kanker dengan beban kasus
mencapai 13,959 dan angka kematian mencapai 10,370 pada tahun 2022 di Indonesia.
Tantangan terapi saat ini adalah toksisitas obat dan kejadian sindrom lisis tumor akibat
kemoterapi sehingga mendorong pemanfaatan biodiversitas lokal sebagai agen
antikanker baru salah satunya jamur endofit Phomopsis sp. galur PCL-Y-48 yang
diisolasi dari Peronema canescens yang terbukti sangat sitotoksik (IC50 10,52 μg/mL)
terhadap sel A549. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi fermentasi jamur
endofit Phomopsis sp. galur PCL-Y-48 untuk produksi metabolit optimal,
mengevaluasi aktivitas sitotoksik (MOLT-4) serta selektivitasnya (Vero), dan
mengkarakterisasi struktur senyawa aktif yang dihasilkan. Metode penelitian dilakukan
dengan optimasi fermentasi jamur endofit Phomopsis sp. galur PCL-Y-48, ekstraksi
etil asetat, dan isolasi metabolit aktif menggunakan High Performance Liquid
Chromatography (HPLC) berbasis bioassay-guided fractionation. Uji sitotoksisitas
terhadap sel MOLT-4 maupun sel normal (Vero) dievaluasi dengan metode 3-(4,5-
dimetiltiazol-2-il)-2,5-difenil-2H-tetrazolium bromide (MTT) assay, diikuti
karakterisasi senyawa dengan Ultra High Performance Liquid Chromatography-High
Resolution Mass Spectrometry (UHPLC-HRMS). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kondisi fermentasi paling optimal untuk menghasilkan metabolit sekunder
antikanker adalah pada media padat Potato Dextrose Agar (PDA) di dalam cawan petri
dengan masa inkubasi selama 12 hari (IC50 sebesar 94,49 μg/mL). Proses fraksinasi
menghasilkan subfraksi aktif SF1-8 yang menunjukkan aktivitas sitotoksik kuat
terhadap sel leukemia MOLT-4 (IC50 8,05 μg/mL), namun selektivitas yang rendah
terhadap sel normal (Vero) (IS 2,72). Analisis UHPLC-HRMS mengidentifikasi secara
putatif bahwa bioaktivitas tersebut berkaitan dengan keberadaan komponen utama pada
puncak keempat yang mengarah pada senyawa cyclo (Phe-Phe)/diketopiperazine.
Meskipun residu fenilalanin spesifik masih bersifat tentatif karena terbatasnya fragmen
diagnostik pendukung yang saat ini baru didukung oleh m/z 120,08, sedangkan fragmen
diagnostik benzil/fenilalanin lain seperti m/z 91, 166 dan 178 belum teramati secara
jelas dalam spektra. Dengan demikian, jamur endofit Phomopsis sp. galur PCL-Y-48
berpotensi sebagai sumber senyawa antikanker terhadap sel leukemia MOLT-4.
Collections
- Master of Pharmacy [52]
