Show simple item record

dc.contributor.authorNurshabrina, Hana Salwa
dc.date.accessioned2026-07-31T07:23:42Z
dc.date.available2026-07-31T07:23:42Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65302
dc.description.abstractLatar belakang: Biofilm bakteri pada infeksi kulit dan luka kronis meningkatkan resistensi secara signifikan terhadap antibiotik konvensional. Ekstrak pegagan (Centella asiatica) dan kelakai (Stenochlaena palustris) berpotensi sebagai agen antibiofilm, namun terkendala bioavailabilitas rendah. Dilakukan pengembangan sistem SNEDDS dalam hidrogel untuk meningkatkan bioavailabilitas dan penetrasi senyawa aktif herbal secara topikal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa kimia ekstrak pegagan dan kelakai, mengevaluasi sinergisme antibiofilm kombinasi keduanya terhadap S. aureus, serta menentukan karakteristik fisikokimia dan aktivitas antibiofilm sediaan nanohidrogel SNEDDS. Metode: Proses ekstraksi dilakukan dengan sonikasi menggunakan etanol 96%. Identifikasi senyawa menggunakan KLT dan uji antibiofilm dengan metode microtiter assay. SNEDDS diformulasikan menggunakan minyak jintan hitam sebagai fase minyak dan dievaluasi meliputi transmitan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, dan waktu emulsifikasi. Nanohidrogel dibuat dengan menginkorporasikan SNEDDS ke dalam basis carbopol-940 dalam tiga konsentrasi, kemudian dievaluasi fisikokimia dan aktivitas antibiofilmnya. Analisis data menggunakan ANOVA satu arah (α = 0,05) melalui SPSS. Hasil: Ekstrak pegagan mengandung flavonoid, fenolik, tanin, dan triterpenoid, sedangkan kelakai mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, triterpenoid, steroid, dan saponin. Persen penghambatan biofilm S. aureus optimal pada rasio kombinasi pegagan:kelakai (90:10) dengan hambat 73%. SNEDDS Formula 1 terpilih sebagai formula terbaik. Formula 3 nanohidrogel menghasilkan aktivitas antibiofilm tertinggi sebesar 80%, mendekati kontrol positif 83%. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak pegagan dan kelakai terbukti mengandung senyawa bioaktif antibiofilm. Formula 3 nanohidrogel SNEDDS 2% merupakan formula optimal dengan aktivitas antibiofilm 80%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCentella asiaticaen_US
dc.subjectStenochlaena palustrisen_US
dc.subjectantibiofilm S. aureusen_US
dc.subjectnanohidrogelen_US
dc.titleFormulasi Nanohidrogel Snedds Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Ekstrak Kelakai (Stenochlaena Palustris) Sebagai Antibiofilm Topikalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613172


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record