• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Formulasi Nanohidrogel Snedds Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Ekstrak Kelakai (Stenochlaena Palustris) Sebagai Antibiofilm Topikal

    Thumbnail
    View/Open
    22613172.pdf (3.782Mb)
    Date
    2026
    Author
    Nurshabrina, Hana Salwa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Biofilm bakteri pada infeksi kulit dan luka kronis meningkatkan resistensi secara signifikan terhadap antibiotik konvensional. Ekstrak pegagan (Centella asiatica) dan kelakai (Stenochlaena palustris) berpotensi sebagai agen antibiofilm, namun terkendala bioavailabilitas rendah. Dilakukan pengembangan sistem SNEDDS dalam hidrogel untuk meningkatkan bioavailabilitas dan penetrasi senyawa aktif herbal secara topikal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa kimia ekstrak pegagan dan kelakai, mengevaluasi sinergisme antibiofilm kombinasi keduanya terhadap S. aureus, serta menentukan karakteristik fisikokimia dan aktivitas antibiofilm sediaan nanohidrogel SNEDDS. Metode: Proses ekstraksi dilakukan dengan sonikasi menggunakan etanol 96%. Identifikasi senyawa menggunakan KLT dan uji antibiofilm dengan metode microtiter assay. SNEDDS diformulasikan menggunakan minyak jintan hitam sebagai fase minyak dan dievaluasi meliputi transmitan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, dan waktu emulsifikasi. Nanohidrogel dibuat dengan menginkorporasikan SNEDDS ke dalam basis carbopol-940 dalam tiga konsentrasi, kemudian dievaluasi fisikokimia dan aktivitas antibiofilmnya. Analisis data menggunakan ANOVA satu arah (α = 0,05) melalui SPSS. Hasil: Ekstrak pegagan mengandung flavonoid, fenolik, tanin, dan triterpenoid, sedangkan kelakai mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, triterpenoid, steroid, dan saponin. Persen penghambatan biofilm S. aureus optimal pada rasio kombinasi pegagan:kelakai (90:10) dengan hambat 73%. SNEDDS Formula 1 terpilih sebagai formula terbaik. Formula 3 nanohidrogel menghasilkan aktivitas antibiofilm tertinggi sebesar 80%, mendekati kontrol positif 83%. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak pegagan dan kelakai terbukti mengandung senyawa bioaktif antibiofilm. Formula 3 nanohidrogel SNEDDS 2% merupakan formula optimal dengan aktivitas antibiofilm 80%.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65302
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV