Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Hidro klorotiazid dan Kaptopril Pada Pasien Hipertensi Primer di Puskesmas Kecamatan Ngaglik Sleman Tahun 2012
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling umum. Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolic ≥ 90 mmHg pada pengukuran berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antihipertensi tunggal pada pasien hipertensi di Puskesmas Ngaglik I dan II Sleman tahun 2012, rata-rata biaya terapi hipertensi yang dikeluarkan pasien dan golongan mana yang paling cost effective. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan potong-lintang untuk menganalisis efektivitas-biaya penggunaan terapi tunggal Diuretik dan ACE inhibitor (Angiotensin Converting Enzime Inhibitors) pada pasien hipertensi tipe primer di Puskesmas Ngaglik I dan II Sleman. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif selama tahun 2012. Metode yang digunakan yaitu metode cost- effectiveness analysis (CEA). Evaluasi efektivitas biaya dilakukan dengan menghitung nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Jumlah data pasien sebanyak 42 orang dan obat paling banyak digunakan adalah hidroklorotiazid sebanyak 61,90%. Biaya rata- rata untuk penggunaan hidroklortiazid sebesar Rp 16.000 dan kaptopril Rp 19.500, sedangkan efektivitas antihipertensi hidroklortiazid dengan 26 pengguna sebesar 76,92% dan kaptopril dengan 16 pengguna sebesar 75,00%. Analisis data dengan metode ACER dan ICER menunjukkan bahwa yang paling cost effective adalah hidroklorotiazid dengan biaya Rp 16.000hasil ACER 208. Dari hasil penelitian ini, terbukti bahwa hidroklorotiazid tunggal lebih cost effective.
Collections
- Pharmacy [2101]
