| dc.description.abstract | Impor non-migas memiliki peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan
industri dan konsumsi dalam negeri. Pergerakannya dipengaruhi oleh kondisi
makroekonomi, terutama Produk Domestik Bruto (PDB), nilai tukar, dan inflasi.
Pemahaman mengenai hubungan simultan antara variabel-variabel tersebut
diperlukan untuk mendukung kebijakan perdagangan dan stabilitas ekonomi.
Penelitian ini menggunakan data tahunan periode 1990-2023 yang diperoleh dari
Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan. Kegiatan analisis
dilaksanakan di Yogyakarta pada Oktober-November 2024. Metode korelasi
kanonik digunakan untuk mengukur keterkaitan multivariat antara variabel
independen (PDB, nilai tukar, dan inflasi) dan variabel dependen (nilai impor dan
volume impor). Hasil analisis menunjukkan satu fungsi kanonik yang signifikan
dengan nilai korelasi 0,98793, menandakan hubungan yang sangat kuat antara
kedua kelompok variabel. Pada kelompok variabel independen, Produk Domestik
Bruto (PDB) memberikan kontribusi terbesar dalam pembentukan fungsi kanonik,
diikuti nilai tukar, sementara inflasi berperan dengan pengaruh yang relatif kecil.
Pada kelompok variabel dependen, nilai impor menjadi indikator yang paling
dominan dalam pembentukan fungsi kanonik. Hasil redundasi menunjukkan bahwa
fungsi kanonik pertama mampu menjelaskan lebih dari 60% variasi hubungan
antara variabel independen dan dependen. Hal ini menegaskan bahwa dinamika
impor non-migas terutama dipengaruhi oleh perubahan pertumbuhan ekonomi dan
nilai tukar, dengan kontribusi inflasi yang terbatas. Hasil penelitian dapat menjadi
dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan makroekonomi dan pengelolaan
impor secara berkelanjutan. | en_US |