| dc.description.abstract | Latar belakang: Dismenore merupakan keluhan menstruasi yang umum terjadi
pada remaja dan sering ditangani melalui swamedikasi tanpa pemahaman yang
memadai, sehingga berpotensi menimbulkan penggunaan obat yang tidak tepat dan
tidak rasional. Edukasi farmasi berbasis sekolah diperlukan untuk meningkatkan
literasi obat dan membentuk perilaku swamedikasi yang aman dan tanggung jawab.
Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja
SMP dalam melakukan swamedikasi dismenore.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest
control group. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan melalui metode
penyuluhan dengan menggunakan PowerPoint. Sampel penelitian terdiri dari 140
siswi kelas VII dan VIII SMPN 5 Tualang yang dibagi menjadi kelompok perlakuan
dan kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dianalisis menggunakan paired
t-test atau Wilcoxon untuk data berpasangan dan independent t-test atau Mann
Whitney untuk perbandingan antar kelompok.
Hasil: Pada kelompok kontrol, terjadi peningkatan pengetahuan kategori baik dari
14,3% menjadi 41,4% dan sikap kategori baik dari 8,6% menjadi 35,7% setelah
pengukuran pretest dan posttest. Pada kelompok intervensi, terjadi peningkatan
pengetahuan kategori baik dari 25,7% menjadi 68,6% setelah edukasi yang
ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest
(p < 0,001). Pada variabel sikap, kelompok intervensi peningkatan sikap kategori
baik dari 65,7% menjadi 76,8% setelah diberikan edukasi, dengan adanya
perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (p < 0,001).
Kesimpulan: Edukasi farmasi berpengaruh signfikan terhadap peningkatan
pengetahuan dan sikap remaja dalam melakukan swamedikasi dismenore secara
rasional. | en_US |