• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Gambaran Keberhasilan Terapi Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Ibu Hamil di Puskesmas Cangkringan

    Thumbnail
    View/Open
    22613077.pdf (3.275Mb)
    Date
    2026
    Author
    Octariani, Fellya Rahma
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Anemia yang terjadi pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan karena dapat memengaruhi kondisi ibu dan bayi, termasuk kejadian berat badan lahir rendah. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi salah satu upaya untuk mencegah dan menangani anemia, sehingga keberhasilannya perlu dinilai melalui kadar hemoglobin ibu dan berat badan bayi saat lahir. Tujuan: Mengetahui keberhasilan terapi TTD pada ibu hamil berdasarkan kadar hemoglobin trimester III dan berat badan bayi saat lahir di Puskesmas Cangkringan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospective cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medis ibu hamil tahun 2024-2025. Sampel berjumlah 211 ibu hamil yang dipilih dengan pendekatan total sampling. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, terapi TTD, dan outcome terapi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact Test dengan nilai signifikansi p<0,05. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Sebagian besar ibu hamil berusia 20-35 tahun, multigravida, melahirkan dengan usia kehamilan cukup bulan, tidak mengalami anemia pada trimester I, dan mengonsumsi TTD dengan frekuensi 1 kali sehari. Meskipun demikian, sekitar 26,5% mengalami anemia pada trimester III, sedangkan kejadian berat badan lahir rendah relatif jarang (8,5%). Analisis menunjukkan bahwa dosis TTD dan status anemia trimester I berhubungan signifikan dengan anemia trimester III, sedangkan tidak terdapat variabel yang berhubungan signifikan dengan berat badan bayi saat lahir. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan anemia sejak awal kehamilan dan pemberian TTD sesuai dosis untuk mencegah anemia pada trimester akhir. Kesimpulan: Keberhasilan terapi TTD berdasarkan kadar hemoglobin trimester III berhubungan dengan aturan pakai TTD dan status anemia trimester I. Namun, keberhasilan terapi berdasarkan berat badan bayi saat lahir tidak berhubungan dengan variabel yang diteliti.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65269
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV