• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Kebijakan Moneter (Melalui Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga Acuan, Inflasi, Exchange Rate (USD/IDR)), dan Harga Emas Dunia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2024

    Thumbnail
    View/Open
    22313026.pdf (3.012Mb)
    Date
    2026
    Author
    Khairuzaman, Muhammad Jiddan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan cerminan respons pasar terhadap dinamika makroekonomi dan ketidakpastian global. Namun, ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh indikator-indikator tersebut menjadi celahdalam studi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar (M2), BI Rate, inflasi, nilai tukar USD/IDR, dan harga emas dunia terhadap IHSG di Indonesia. Berlandaskan kerangka Arbitrage Pricing Theory (APT), studi kuantitatif ini menggunakan 180 observasi data bulanan yang dianalisis melalui metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk memetakan hubungan jangka pendek dan jangka panjang secara komprehensif. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memengaruhi pergerakan IHSG secara signifikan dengan daya jelas model mencapai 98,55%. Secara parsial, ekspansi M2 berpengaruh positif sebagai pendorong indeks di jangka panjang, meski sempat memicu aksi profit taking pada lag tertentu di jangka pendek. Variabel inflasi dan BI Rate terbukti membutuhkan waktu transmisi sehingga baru berdampak signifikan pada lag tertentu dalam jangka pendek, namun keduanya tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang akibat adaptasi pelaku pasar. Sementara itu, nilai tukar USD/IDR memberikan tekanan negatif dan menjadi faktor paling dominan yang menekan pasar, sejalan dengan harga emas dunia yang secara konsisten berpengaruh negatif baik di jangka pendek maupun panjang akibat pergeseran preferensi investor ke aset safe haven. Lebih lanjut, analisis kointegrasi mengonfirmasi bahwa pasar membutuhkan waktu penyesuaian sekitar 8,6 bulan untuk menyerap guncangan makroekonomi dan kembali ke titik keseimbangan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65262
    Collections
    • Economics [2702]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV