Show simple item record

dc.contributor.authorAnggarani, Dhita
dc.date.accessioned2026-07-31T02:19:13Z
dc.date.available2026-07-31T02:19:13Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/65239
dc.description.abstractKebijakan Desentralisasi Fiskal dan Otonomi Daerah lahir ditengah gejolak tuntutan berbagai daerah terhadap kewenangan yang dijalankan oleh pemerintah Orde Baru secara sentralisasi.Otonomi Daerah merupakan suatu langkah awal menuju pembangunan ekonomi nasional yang lebih berdaya tumbuh tinggi dengan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat daerah.Dalam era otonomi daerah diberikan wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri serta diharapkan dapat membiayai penyelenggaraan pemerintahannya secara mandiri melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).Namun pada kenyataannya yang terjadi sekarang ini daerah dinilai masih belum mampu untuk membiayai pengeluarannya secara mandiri dan masih banyak bergantung pada bantuan pemerintah pusat, masih jauh dari harapan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali ditinjau dari aspek peran dan pertumbuhan PAD terhadap total belanja daerah dengan menggunakan indikator Peta Kemampuan Keuangan Daerah melalui analisis peran (share) dan pertumbuhan (growth) serta elastisitas PAD selama periode tahun 2008-2012.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectOtonomi Daerahen_US
dc.subjectDesentralisasi Fiskalen_US
dc.subjectKemampuan Keuangan Daerahen_US
dc.subjectPendapatan Asli Daerahen_US
dc.titlePeta Kemampuan Keuangan dalam Era Otonomi: Tinjauan atas Peran dan Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Studi Kasus Kabupaten/Kota se-Jawa dan Bali)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM10312043


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record