• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Determinan Tingkat Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Tahun 2014-2024

    Thumbnail
    View/Open
    22313005.pdf (1.666Mb)
    Date
    2026
    Author
    Waluyo, Vio Anindo Sri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Federal Funds Rate, Nilai Tukar, Indeks Harga Saham Gabungan, Jumlah Uang Beredar, Indeks Produksi Industri, Inflasi, Harga Minyak Dunia terhadap BI Rate. BI Rate ialah tingkat suku bunga acuan utama oleh perbankan serta lembaga keuangan di Indonesia dalam menentukan besarnya suku bunga pinjaman maupun simpanan bagi nasabah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Penelitian ini menggunakan data time series bulanan dari tahun 2014 hingga tahun 2024 dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dalam penelitian ini diolah menggunakan software Eviews 12. Data dalam penelitian diperoleh dari publikasi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Perdagangan, Investing.com, dan Federal Reserve Bank of St. Louis. Penelitian ini menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Federal Funds Rate berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap BI Rate dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek, yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap BI Rate, ditandai dengan peningkatan Federal Funds Rate yang akan direspons dengan peningkatan BI Rate. 2) Inflasi yang menggunakan persentase kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dalam jangka panjang berpengaruh positif signifikan terhadap BI Rate, namun tidak signifikan dalam jangka pendek, ditunjukkan dengan peningkatan inflasi yang meningkatkan BI Rate, yang mengindikasikan bahwa kebijakan moneternya bersifat forward-looking dalam merespons inflasi. 3) Harga minyak dunia berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang, namun sebaliknya dalam jangka pendek pengaruhnya tidak signifikan terhadap BI Rate, ditandai dengan shock harga minyak lebih berdampak secara struktural dibandingkan secara langsung.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65234
    Collections
    • Economics [2702]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV