| dc.description.abstract | Provinsi Jawa Timur memiliki peran dalam kontribusi terbesar bagi perekonomian
nasional yang utamanya ditopang oleh sektor industri manufaktur, meskipun masih
terdapat masalah ketimpangan aglomerasi industri yang masih berpusat di Kawasan
tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peranan sektor manufaktur
melalui rasio manufaktur terhadap sektor pertanian dan sektor lainnya, didukung
dengan variabel jumlah penduduk, dan investasi terhadap Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) pada 38 Kabupaten/kota di Provinsi Jawa timur selama periode 2015-
2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi
data panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisa dan menguji
dinamika keseimbangan jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil estimasi
menunjukan bahwa dalam jangka pendek belum ditemukan adanya penyesuaian secara
cepat dan signifikan menuju keseimbangan PDRB Jawa Timur. Namun demikian,
terdapat hubungan kointegrasi di mana variabel jumlah penduduk, investasi, dan rasio
manufaktur secara parsial terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan
terhadap pertumbuhan PDRB dalam jangka panjang. Kesimpulan nya sektor
manufaktur berperan penting bagi penggerak utama perekonomian Jawa Timur
dengan kontribusi PDRB di atas 30% dan terjadi efek kohesivitas regional yang
memiliki keterkaitan antar wilayah. Dalam implikasinya Jawa Timur diperlukan
kebijakan pemerintah untuk desentralisasi Kawasan industri baru dan pemerataan iklim
investasi guna meminimalkan ketimpangan ekonomi régional serta peningkatan SDM
yang berkompeten dalam memenuhi kebutuhan industri. | en_US |