• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Fraksinasi Ekstrak Etanol Daun Sungkai Menggunakan Pelarut N-Heksana dan Metanol Serta Uji Sitotoksik Terhadap Sel HeLa

    Thumbnail
    View/Open
    22613236.pdf (3.138Mb)
    Date
    2026
    Author
    Zarmi, Melly
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian perempuan di seluruh dunia dan menduduki peringkat keempat secara global. Kemoterapi sering menimbulkan efek samping berat sehingga diperlukan agen antikanker yang lebih selektif, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman sungkai yang dilaporkan memiliki aktivitas antikanker. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik fraksi n- heksana dan metanol dari ekstrak etanol daun sungkai terhadap sel HeLa. Metode: Fraksinasi ekstrak etanol daun sungkai dilakukan menggunakan metode vacuum liquid chromatography (VLC) dengan pelarut bertingkat n-heksan, etil asetat dan metanol yang kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Aktivitas sitotoksik diuji terhadap sel HeLa menggunakan metode MTT-assay pada seri konsentrasi 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,625; 7,8125; dan 3,90625 μg/mL. Nilai IC50 dihitung untuk menilai potensi fraksi sebagai agen antikanker selektif. Hasil: Fraksinasi ekstrak etanol daun sungkai menggunakan metode Vacuum Liquid Chromatography (VLC) menghasilkan fraksi n-heksana dan metanol dengan rendemen berturut-turut sebesar 6% dan 27,8%. Hasil kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan adanya perbedaan pola bercak dan nilai Rf antara fraksi n-heksana dan fraksi metanol yang mengindikasikan perbedaan komposisi senyawa berdasarkan tingkat kepolarannya. Uji sitotoksik terhadap sel HeLa menggunakan metode MTT-assay menunjukkan bahwa fraksi n-heksana tidak memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai IC50 >501 μg/mL, sedangkan fraksi metanol menunjukkan aktivitas sitotoksik lemah dengan nilai IC50 sebesar 422,1 μg/mL. Kesimpulan: Fraksi metanol menunjukkan aktivitas sitotoksik yang lebih baik dibandingkan fraksi n-heksana terhadap sel HeLa. Namun, aktivitas sitotoksik yang diperoleh masih tergolong lemah berdasarkan nilai IC50 sebesar 422,1 μg/mL.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65215
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV