Fraksinasi Ekstrak Etanol Daun Sungkai Menggunakan Pelarut N-Heksana dan Metanol Serta Uji Sitotoksik Terhadap Sel HeLa
Abstract
Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian
perempuan di seluruh dunia dan menduduki peringkat keempat secara global.
Kemoterapi sering menimbulkan efek samping berat sehingga diperlukan agen
antikanker yang lebih selektif, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman sungkai
yang dilaporkan memiliki aktivitas antikanker.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik fraksi n-
heksana dan metanol dari ekstrak etanol daun sungkai terhadap sel HeLa.
Metode: Fraksinasi ekstrak etanol daun sungkai dilakukan menggunakan metode
vacuum liquid chromatography (VLC) dengan pelarut bertingkat n-heksan, etil
asetat dan metanol yang kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator.
Aktivitas sitotoksik diuji terhadap sel HeLa menggunakan metode MTT-assay pada
seri konsentrasi 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,625; 7,8125; dan 3,90625 μg/mL.
Nilai IC50 dihitung untuk menilai potensi fraksi sebagai agen antikanker selektif.
Hasil: Fraksinasi ekstrak etanol daun sungkai menggunakan metode Vacuum
Liquid Chromatography (VLC) menghasilkan fraksi n-heksana dan metanol
dengan rendemen berturut-turut sebesar 6% dan 27,8%. Hasil kromatografi lapis
tipis (KLT) menunjukkan adanya perbedaan pola bercak dan nilai Rf antara fraksi
n-heksana dan fraksi metanol yang mengindikasikan perbedaan komposisi senyawa
berdasarkan tingkat kepolarannya. Uji sitotoksik terhadap sel HeLa menggunakan
metode MTT-assay menunjukkan bahwa fraksi n-heksana tidak memiliki aktivitas
sitotoksik dengan nilai IC50 >501 μg/mL, sedangkan fraksi metanol menunjukkan
aktivitas sitotoksik lemah dengan nilai IC50 sebesar 422,1 μg/mL.
Kesimpulan: Fraksi metanol menunjukkan aktivitas sitotoksik yang lebih baik
dibandingkan fraksi n-heksana terhadap sel HeLa. Namun, aktivitas sitotoksik yang
diperoleh masih tergolong lemah berdasarkan nilai IC50 sebesar 422,1 μg/mL.
Collections
- Pharmacy [2101]
