Analisis Premi Asuransi Critical Illness (Penyakit Jantung) melalui Pendekatan Metode Markov Chain (Studi Kasus: Data Pasien Rawat Inap dengan Diagnosis Penyakit Jantung Koroner si RSUD RAA Soewondo Pati Tahun 2024-2025)
Abstract
Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di
Indonesia, khususnya penyakit jantung koroner yang memiliki prevalensi 1,5% dan
menyebabkan sekitar 371 ribu kematian per tahun pada 2023. Penderita penyakit
jantung koroner umumnya memerlukan pengobatan jangka panjang dengan beban
biaya tinggi, sehingga diperlukan perlindungan berupa asuransi penyakit kritis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengestimasi premi asuransi
penyakit kritis menggunakan metode Rantai Markov Waktu Kontinu dengan model
multistatus berdasarkan kondisi kesehatan penderita penyakit jantung koroner.
Maka dari itu, terdapat empat kondisi yang perlu diperhatihan diantaranya: sehat,
angina pectoris, unstable angina, dan infark miokard akut. Data penelitian yang
digunakan merupakan data sekunder yang diambil dari data pasien rata inap dengan
diagnosis penyakit jantung koroner di RSUD RAA Soewondo Pati periode Januari
2024–Juni 2025. Berdasarkan data yang diperoleh tersebut, selanjutnya dilakukan
analisis dengan menghitung probabilitas transisi antar kondisi kesehatan, yang
kemudian nilai probabilitas tersebut digunakan untuk menentukan perhitungan nilai
premi asuransi untuk masing-masing kondisi kesehatan penderita penyakit jantung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran premi dipengaruhi oleh tingkat risiko
dan lama kontrak asuransi. Semakin tinggi risiko dan semakin panjang jangka
waktu pertanggungan, maka premi yang dibayarkan semakin besar. Pada manfaat
sebesar Rp850 juta, premi tahunan untuk jangka waktu 1, 2, 5, dan 10 tahun
berturut-turut sebesar Rp 239.033.313,00, Rp 152.351.995,00, Rp 100.417.773,00,
dan Rp 83.229.931,00.
Collections
- Statistics [1327]
